Home | Jurnal Medan | 19 Eksportir Ditangguhkan Ekspornya

19 Eksportir Ditangguhkan Ekspornya

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Sebanyak 19 eksportir di Indonesia, ditangguhkan ijin ekspornya karena lalai mengikuti Peraturan Bank Indonesia tentang penerimaan devisa hasil ekspor dan penarikan devisa utang luar negeri. Ekspotir tersebut lalai membayar hasil DHE nya tepat waktu.

Kepala Bank Indonesia (BI) Kantor Wilayah IX Sumut dan Aceh, Difi Ahmad Johansyah mengatakan, ke 19 eksportir yang ditangguhkan ekspornya tersebut kebanyakan adalah perusahan di bidang chemical. Nah penangguhan itu sendiri, dapat di cabut, dengan cara para eksportir membayar kewajiban DHE nya. Sejauh ini juga diakui Difi, belum ada eksportir yang terkena sanksi denda karena telat melaporkan DHEnya, karena para eksportir yang terkena penangguhan tersebut, kebanyakan langsung segera membayar.

Difi mengatakan, penerimaan DHE tertinggi berasal dari komoditas kelapa sawit, karet, berbagai produk kimia, kopi dan hewan. Berdasarkan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC), KPPBC Belawan yang paling tinggi melaporkan pemberitahuan ekspor barang (PEB) yaitu sebesar 71,64 persen, sedangkan KPPBC Medan/Polonia hanya 0,12 persen.

Kewajiban pelaporan DHE tersebut, berlaku sejak akhir 2012, lewat Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 14 tahun 2012 tentang penerimaan devisa hasil ekspor dan penarikan devisa utang luar negeri. PBI itu diterbitkan untuk meningkatkan likuiditas valuta asing (valas) dalam negeri mengingat Indonesia hingga kini masih menjadi nett demand terhadap valas. RW

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in