Home | Jurnal Medan | Pendapatan Rata-Rata Petani di Sumut Rp 2,38 Juta

Pendapatan Rata-Rata Petani di Sumut Rp 2,38 Juta

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Pekerjaan di sektor pertanian, kini kurang dilirik oleh masyarakat, khususnya yang tinggal di perkotaan. Padahal sektor ini menjanjikan pendapatan yang cukup besar. Bahkan lebih besar dari pendapatan yang diperoleh buruh dan pekerja di sektor formal.

Berdasarkan sensus pertanian yang digelar Badan Pusat Statistik di 2013 lalu, didapat fakta bahwa, rata-rata pendapatan rumah tangga petani, mencapai hampir Rp. 29 juta per tahun, atau sekitar Rp. 2,38 juta perbulan. Sementara upah minimum kabupaten/kota, hanya berkisar di antara Rp. 1,5 juta – Rp. 1,85 juta.

Kepala Bidang Inseminasi dan Penyajian Data Statistik BPS Sumatera Utara, Thomas Wunang Tjahjo mengatakan, berdasarkan sumber pendapatan utamanya, petani di subsektor budidaya ikan tambak menjadi subsektor pertanian yang paling menjanjikan pendapatan terbesar, yakni sekitar Rp. 35,3 juta pertahun. Lalu diikuti subsektor penangkapan ikan yang mencapai 27,3 juta per tahun. Sementara terkecil adalah subsektor tanaman kehutananan dengan besaran penghasilan mencapai 5,26 juta per tahun.

Di Sumatera Utara sendiri, jumlah rumah tangga pertanian saat ini mencapai 1,32 juta rumah tangga. Jumlah itu menurun lebih 164 ribu rumah tangga, atau sekitar 11 persen dari jumlah rumah tangga pertanian di tahun 2003, yang mencapai 1,5 juta rumah tangga pertanian. AS

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in