Home | Jurnal Medan | Pakan Makin Sulit, Peternak Pantai Cermin Manfaatkan Jerami Fermentasi

Pakan Makin Sulit, Peternak Pantai Cermin Manfaatkan Jerami Fermentasi

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Menyusutnya lahan pertanian, berdampak langsung kepada para peternak. Persediaan untuk pakan hewan ternak berkaki empat, seperti sapi, lembu, dan kambing menjadi semakin minim, sehingga peternak semakin sulit memperolehnya.

Kelompok Tani Peternak Serumpun Jaya, yang berlokasi di Desa Besar 2 Terjun, Pantai Cermin, Serdang Bedagai, memanfaatkan jerami yang telah difermentasikan, karena sulitnya memperoleh pakan untuk hewan ternak.

Sutrisno, Ketua Kelompok Tani Peternak Serumpun Jaya mengatakan, pembuatan jerami fermentasi dilakukan karena saat ini kondisi tanaman kian sedikit, sementara persediaan bagi pakan ternak terus tinggi. Untuk itu, dengan memanfaatkan jerami berfermentasi, jaminan persediaan pakan akan dapat terjamin hingga 3-4 tahun lamanya. Sehingga dapat berguna dalam menjamin kebutuhan ternak dalam jangka waktu yang lama.

Selain itu, jerami fermentasi juga dapat berfungsi dalam menambah berat badan ternak, dan dagingnya menjadi lebih padat. Sehingga tubuh ternak terlihat lebih kokoh, meskipun pertumbuhannya dapat dikatakan sedikit agak lambat. Meski begitu, dengan mengkonsumsi jerami berfermentasi, kotoran hewan ternak yang dihasilkan pun lebih keras, serta dapat menghindari hewan ternak terserang penyakit diare.

Sutrisno sendiri mengaku, bahwa pihaknya telah menemukan jerami fermentasi bersama teman-teman kelompok tani peternaknya pada tahun 2011 lalu. Melalui sharing dan tukar pikiran, akhirnya mereka mampu membuat inovasi teknologi, guna mendukung usaha ternak kelompok tani tersebut. Cara pembuatanya juga mudah. Cukup disemprot dengan strater yang telah dilapis setebal 20 cm, lalu jemur selama 5 hari. Selain itu hanya dengan modal Rp. 50 ribu, sudah bisa menghasilkan jerami fermentasi sebanyak 5 ton.

Dalam memperoleh jerami, Sutrisno menyatakan, pihaknya masih memperolehnya dari limbah pertanian di desa mereka. Sehingga, apa yang terbuang dari pertanian masih bisa dimanfaatkan. Dan sejauh ini diakui Sutrisno masih hanya kelompok tani ditempatnya berasalah yang telah memanfaatkan jerami fermentasi itu untuk pakan hewan ternak. RW

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in