Home | Jurnal Medan | Investasi Sumut di Triwulan I 2014 “terperosok”

Investasi Sumut di Triwulan I 2014 “terperosok”

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Perekonomian Sumatera Utara pada triwulan pertama tahun 2014 tumbuh melambat. Perlambatan terbesar terjadi pada sisi investasi dan ekspor yang bisa jadi dipengaruhi oleh pola distorsi serta perilaku wait and see investor.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah IX Sumut dan Aceh, Difi Ahmad Johansyah mengatakan, pada triwulan | 2014, Perekonomian Sumut tercatat tumbuh sebesar 5,6 persen secara year on year, atau melambat dibandingkan dengan pertumbuhan triwulan lV-2013 yang tumbuh sebesar 5,8 persen secara year on year.

Dikatakan Difi, dari sisi permintaan, perlambatan ekonomi disebabkan adanya perlambatan pada pertumbuhan investasi dan ekspor, sementara konsumi masih mengalami pertumbuhan positif. Perlambatan yang terjadi pada investasi, baik investasi pemerintah maupun swasta, diduga akibat belum terealisasinya proyek-proyek Pemerintah pada awal tahun sebagaimana dengan pola historis serta terkait dengan perilaku wait and see investor akan hasil Pemilu.

Sementara itu dari sisi penawaran, perlambatan pertumbuhan terjadi pada sektor sekunder dan tersier. Sektor sekunder yang mengalami perlambatan adalah sektor pengolahan, sektor bangunan dan sektor perdagangan, hotel, dan restoran. Perlambatan sektor tersier terjadi pada sektor angkutan dan komunikasi serta sektor jasa-jasa. Sampai dengan Triwulan I 2014 perekonomian Sumut masih didominasi sektor pertanian (pangsa 22,8 persen), sektor industri pengolahan (pangsa 19,7 persen), serta sektor perdagangan, hotel, dan restoran (pangsa 19,5 persen). Sementara total pangsa ketiga sektor utama tersebut sekitar 61,9 persen dari PDRB Sumut.

Menurut data Badan Penanaman Modal dan Promosi Sumut mencatat, realisasi investasi di Sumatera Utara pada triwulan I 2014 mengalami penurunan hampir 50 persen bila dibandingkan tahun sebelumnya dengan periode yang sama. Penurunan tersebut diduga karena adanya pesta politik, Pemilihan Presiden (Pilpres), sehingga banyak investor yang menahan dana investasinya. Tercatat nilai realisasi investasi yang tercapai hanya sebesar Rp. 1,845 miliar, sementara tahun lalu dengan periode yang sama mencapai Rp. 3,673 miliar. Dari nilai tersebut, sekitar Rp.1,286 miliar disumbang oleh Penanaman Modal Asing (PMA), sisanya Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sekitar Rp. 559 juta. RW

Subscribe to comments feed Comments (5 posted)

avatar
kerja keras anda dala, menyuguhkan anliasa harian saya acungi jempol tapi gimana ya bila setiap 4 jam setelah jam 07.00 , pada saat open market di asia, eropa dan amerika anda munculkan anliasa baru biar banyak rekan yg widrawal. ( nggak mekso lho hanya usulan- kan boleh? )
avatar
That's way more clever than I was <a href="http://mywhpf.com">excigtenp.</a> Thanks!
avatar
So excited I found this article as it made things much quecikr! http://lwvwijhkcf.com ekybwak [link=http://fvhjuatcb.com]fvhjuatcb[/link]
avatar
I can already tell that's gonna be super <a href="http://hhphhjujqzt.com">heflupl.</a>
avatar
Your thinnikg matches mine - great minds think alike! http://jrymrc.com tavdds [link=http://qdcttl.com]qdcttl[/link]
total: 5 | displaying: 1 - 5

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in