Home | Jurnal Medan | BI Estimasi Inflasi Triwulan II Dikisaran 6,3 Persen

BI Estimasi Inflasi Triwulan II Dikisaran 6,3 Persen

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Bank Indonesia memperkirakan besaran angka inflasi di Provinsi Sumatera Utara pada twirulan II tahun 2014 berada pada kisaran 6,3 persen sampai 6,8 persen secara year on year.

Hal itu dilihat dari indikasi rencana penyesuaian Tarif Tenaga Listrik (TTL) industri, yang diperkirakan akan menyumbang inflasi pada kelompok administered prices tersebut masih akan tinggi. Selain itu, inflasi pada kelompok core inflation pada triwulan ll 2014 diperkirakan mengalami peningkatan terkait dengan peningkatan harga akibat pemenuhan kebutuhan Ramadhan dan penyelenggaraan Pemilu.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah IX Sumut dan Aceh, Difi Ahmad Johansyah mengatakan, pada triwulan I 2014 inflasi Sumut sebesar 7,69 persen secara year on year (yoy). Angka tersebut mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya yang mencapai 10,18 persen secara year on year. Namun, inflasi Sumut pada triwulan 12014 tersebut masih di atas inflasi nasional yang sebesar 7,32 persen secara year on year. Penyebab turunnya inflasi pada triwulan I 2014 terutama didorong oleh melimpahnya pasokan pangan dan stabilnya inflasi inti (core inflation). Kondisi ini mengakibatkan laju inflasi pada triwulan l-2014 tersebut lebih rendah dari perkiraan semula.

Sementara itu, Difi juga mengatakan, berdasarkan disagregasi, pergerakan inflasi inti pada triwulan I 2014 relatif stabil dan berada dibawah kisaran 5 persen. Masih terjaganya pergerakan harga komoditasyang berada pada kelompok ini mendorong stabilnya level inflasi. Sementara itu, inflasi kelompok Volatile food pada triwulan l-2014 mengalami penurunan dibandingkan dengan triwulan sebelumnya. Penyumbang utama turunnya inflasi pada kelompok ini selama triwulan l-2014 berasal dari rendahnya harga pada sub kelompok bumbu-bumbuan, terutama dari komoditas bawang merah dan cabai merah karena melimpahnya pasokan seiring dengan masuknya panen. Namun, inflasi pada kelompok administered prices pada triwulan l-2014 masih cukup tinggi. Walaupun dampak langsung maupun tidak langsung dari peningkatan harga BBM sudah tidak dirasakan lagi tetapi masih terdapat beberapa hal yang mendorong peningkatan inflasi pada kelompok adminrstered prices diantaranya adalah peningkatan harga gas elpiji 12 kg. Selain itu, kebijakan pemerintah terkait dengan peningkatan tarif surcharge bagi pesawat komersial juga berdampak pada peningkatan inflasi kelompok ini. RW

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in