Home | Jurnal Medan | Sosialisasi Minim, Akademisi Minta KPUD Sumut Diaudit

Sosialisasi Minim, Akademisi Minta KPUD Sumut Diaudit

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Pengamat politik Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Sohibul Anshor mengatakan, KPU bersama Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), dan seluruh jajarannya hingga ke tingkat kabupaten/kota harus diaudit. Khususnya terkait tak maksimalnya pemenuhan hak pemilih marginal. Yakni pemilih pemula, kelompok perempuan, kelompok agama, penyandang disabilitas serta kelompok miskin kota.

Menurutnya, KPU hampir tak menyentuh pemilih marginal, karena minimnya sosialisasi yang dilakukan KPU pada pemilu legislatif lalu. Ironisnya Bawaslu dilain pihak, seolah melakukan pembiaran dan tutup mata atas persoalan tersebut. Padahal bawaslu yang juga merupakan penyelenggara memiliki kewenangan untuk mengantisipasi hilangnya suara pemilih marginal.

Selain audit, Sohibul yang ditemui Smart FM, Sabtu (31/5/2014) mengatakan, dalam waktu dekat KPU harus segera melakukan perbaikan data pemilih. Sehingga pemilih marginal yang tidak terdata pada pemilu legislatif lalu, dapat menyalurkan hak pilihnya pada pemilihan presiden mendatang. Perbaikan data pemilih tersebut harus dilakukan secara maksimal. Karena perbaikan itu merupakan bentuk tanggungjawab moral KPU, atas hilangnya hak suara para pemilih marginal.

Terpisah, Komisioner KPUD Sumut, Yulhasni menegaskan, pihaknya siap diaudit. Ia menyadari masih banyak kekurangan yang terjadi pada pemilu legislatif lalu. Namun ia membantah ketidakseriusan KPU dalam menggarap pemilih marginal. Menurut Yulhasni, KPU secara nasional sudah menyiapkan relawan demokrasi, untuk menggarap pemilih marginal. Namun mereka mengakui jika kinerja relawan tersebut tak maksimal, lantaran kualitas sumber daya manusia yang kurang baik. Kondisi itu terjadi seiring dengan buruknya proses rekrutmen para relawan tersebut. Begitupun ia menegaskan, untuk pemilihan presiden mendatang, akan dilakukan perbaikan. Baik terhadap formasi relawan demokrasi, maupun terhadap daftar pemilih tetap. Saat ini ia mengaku pihaknya tengah melakukan faktualisasi data pemilih untuk kemudian dijadikan daftar pemilih tetap, pada pemilihan presiden 9 Juli mendatang. – Wahyudi Aulia Siregar

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in