Home | Jurnal Medan | Tertekan Inflasi, Petani di Sumut Makin Miskin

Tertekan Inflasi, Petani di Sumut Makin Miskin

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Nilai Tukar Petani – NTP Di Sumatera Utara, tercatat sebesar 101,3 basis poin pada April lalu. Angka itu menurun 0,01 persen dibandingkan NTP pada bulan sebebelumnya. Penurunan ini menurut Kepala BPS Sumut, Wien Kusdiatmono, terjadi karena meningkatnya indeks bayar petani, seiring terjadinya inflasi di wilayah perdesaan.

Tercatat pada April lalu, indeks penerimaan petani di Sumatera Utara sebesar 112,15 basis point, atau meningkat 0,13 persen dibandingkan sebelumnya. Sementara indeks bayarnya naik 0,14 persen menjadi 110,55 basis point. Secara sektoral, Wien menuturkan penurunan NTP didorong oleh menurunnya penerimaan petani di 3 sektor pertanian utama, yakni sektor padi dan palawija, peternakan dan sektor tanaman perkebunan rakyat, dengan besaran antara 0,3 hingga 0,45 persen. Sedangkan sektor lainnya, seperti hortikultura dan perikanan mengalami kenaikan antara 0,4 hingga 2 persen.

Sementara itu terkait tingkat pergerakan harga di perdesaan, mengalami sebesar 0,13 persen. Kondisi ini disebabkan karena kenaikan indeks pengeluaran di hampir seluruh kelompok konsumsi rumah tangga pertanian, dengan besaran kenaikan antara 0,05 hingga 0,3 persen. Indeks pengeluaran hanya turun pada kelompok bahan makanan, itu pun hanya sebesar 0,05 persen. AS

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in