Home | Jurnal Medan | Terdakwa Kasus Dugaan Korupsi PLTGU Belawan Terancam Hukuman 20 Tahun Penjara

Terdakwa Kasus Dugaan Korupsi PLTGU Belawan Terancam Hukuman 20 Tahun Penjara

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Tiga mantan pejabat PT PLN Pembangkit Sumatera Bagian Utara yang patut diduga telah menyebabkan kerugian negara senilai Rp.2,3 triliun pada kasus korupsi pemeliharaan mesin pembangkit PLTGU Belawan akhirnya diajukan ke persidangan. Mereka didakwa dengan pasal 2 dan 3 undang-undang no 31 tahun 1999 tentang pemberantasan korupsi dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara.

Ketiganya yakni mantan GM PT PLN Pembangkitan Sumatera Bagian Utara, Chris Leo Manggala, Manager PT PLN Sektor Labuan Angin, Surya Dharma Sinaga dan salah seorang karyawan PT PLN, Hammad Ali. Dalam dakwaannya, jaksa penuntut umum menilai jika perbuatan ketiga terdakwa melakukan penunjukkan langsung terhadap PT MAPNA Indonesia sebagai kontraktor perawat mesin tersebut, menyalahi prosedur. Sehingga mengakibatkan negara mengalami kerugian berupa proyek fisik. Dimana berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) ditemukan kerugian negara sebesar Rp. 337 miliar lebih. BPK juga menemukan kerugian nonfisik, yaitu berupa kerugian energi yang seharusnya menjadi pendapatan pt pln sebesar Rp. 2 triliun lebih.

Selain ketiga terdakwa kasus korupsi pemeliharaan mesin pembangkit PLTGU Belawan ini juga menyeret tiga tersangka lain, yakni Supra Dekanto Direktur Produksi PT Dirgantara Indonesia yang merupakan Mantan Direktur Utama PT Nusantara Turbin dan Propolasi, lalu Muhammad Bahalwan, Direktur Operasional PT MAPNA Indonesia serta dan Rodi Cahyawan, karyawan PT PLN. Namun ketiga tersangka itu langsung ditangani oleh Kejaksaan Agung dan disidangkan di Jakarata. AS

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in