Home | Jurnal Medan | Kebutuhan Rata-rata Uang di Indonesia 15 Persen Pertahun

Kebutuhan Rata-rata Uang di Indonesia 15 Persen Pertahun

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Bank Indonesia mencatat, bahwa kebutuhan uang di Indonesia setiap tahunnya mencapai 15 persen. Baik itu uang kertas maupun logam. Tingginya angka kebutuhan uang tunai tersebut, BI mendorong masyarakat untuk menggunakan uang non tunai.

Pimpinan Bank Indonesia Kantor Wilayah IX Sumut dan Aceh, Difi Ahmad Johansyah mengatakan, tingginya prefensi dan budaya masyarakat menggunakan uang kartal sebagai alat transaksi, sangat memengaruhi kinerja dan kebijakan pengedaran uang, karenanya perlu untuk terus menyosialisasikan mengenai penggunaan uang non tunai. Apabila masyarakat terbiasa menggunakan uang non tunai, maka pasokan uang dari Peruri bisa normal kembali sehingga uang yang beredar di masyarakat lebih berkualitas.

Diakui Difi, meski penggunaan uang non tunai tidak menutup resiko kerugian seperti penggandaan kartu atau lainnya, namun menurut Difi pengenaan uang non tunia justru akan lebih efisien dibandingkan bertransaksi dengan uang tunai. Dengan begitu BI bisa lebih fokus ke daerah terpencil dan terdepan.

Secara nasional, outflow atau uang keluar lebih tinggi dibandingkan inflow atau uang masuk. Dimana tercatat, outflow sebesar Rp 490 triliun sedangkan inflow sebesar Rp 436,8 triliun. Sementara di Sumut, rata-rata inflow justru lebih tinggi dibandingkan outflow dengan jumlah per bulan Rp 2,2 triliun sedangkan outflow Rp 814,6 miliar. Dan kebutuhan uang di Indonesia dipengaruhi empat indikator yakni tingkat pertumbuhan ekonomi, inflasi, nilai tukar dan suku bunga kredit. RW

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in