Home | Jurnal Medan | Jelang Pilpres, Sejumlah Pesantren Belum dapat Sosialisasi Pemilih

Jelang Pilpres, Sejumlah Pesantren Belum dapat Sosialisasi Pemilih

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Sejumlah pengelola pesantren di Medan mengecewakan kinerja Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Medan, yang tak kunjung melakukan sosialisasi pemilihan umum ke institusi mereka. Padahal banyak diantara santri di pesantren, sudah memasuki usia pemilih, dan tak tahu cara menggunakan hak pilihnya.

Pengelola Pondok Pesantren Alkautsar Al Akbar Medan, Arsyad mengatakan, sepersepuluh dari sekitar 600-an santrinya kini memilikiu hak memilih pada pemilu presiden mendatang. Namun banyak diantara para santri tak tahu mekanisme pencoblosan. Disamping itu, banyak pula santri yang kembali berpotensi kehilangan hak suara di pemilhan presiden mendatang. Pasalnya kebanyakan santri yang berasal dari daerah, tidak mendapatkan undangan memilih, seperti pada pemilu legislative lalu.

Menanggapi hal itu, Komisioner Bidang Sosialisasi KPUD Sumut, Yulhasni mengatakan, pihaknya bertanggungjawab penuh atas kealpaan sosialisasi di pesantren. Selama ini KPUD telah mendelegasikan kerja-kerja sosialisasi kepada relawan yang dibuntuk KPUD. Namun ia mengaku kinerja relawan demokrasi tak kunjung maksimal, karena bermasalahnya proses rekrutmen mereka. Begitupun saat ini KPU tengah menyiapkan faktualisasi data pemilih, serta juga berencana mengintensifkan sosialisasi ke kelompok-kelompok yang belum tersentuh, termasuk kelompol santri di pesantren. AS

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in