Home | Jurnal Medan | Bank Indonesia Hitung Kebutuhan Uang Kartal di 2015

Bank Indonesia Hitung Kebutuhan Uang Kartal di 2015

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Kementerian Keuangan, bersama Bank Indonesia dan Perum Peruri menggelar rapat tertutup estimasi kebutuhan uang yang akan di cetak, hingga pengadaan dan penganggaran di Indonesia tahun 2015. Pada pembahasan ini, ada empat indikator penentu utama, yakni meliputi tingkat pertumbuhan ekonomi, inflasi, nilai tukar dan suku bunga kredit.

Pimpinan Bank Indonesia Kantor Wilayah IX Sumut dan Aceh, Difi Ahmad Johansyah mengatakan, estimasi kebutuhan uang merupakan elemen vital yang akan menjembatani tugas Bank Indonesia di bidang sistem pembayaran dan bidang moneter dalam mendukung perekonomian nasional. Di bidang sistem pembayaran, pengelolaan uang di Bank Indonesia senantiasa diarahkan untuk mendorong ketersediaan uang rupiah yang berkualitas dan terpercaya, distribusi dan pengolahan uang yang aman dan optimal, serta layanan kas yang prima.

Tercatat, dari sisi domestik pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal I 2014 lebih rendah dari perkiraan, yakni sebesar 5,1 persen atau menurun dibandingkan kuartal 4 2013 yang sebesar 5,72 persen. Perlambatan terutama didorong kontraksi ekspor di sektor pertambangan seperti batubara dan konsentrat mineral. Lalu neraca pembayaran Indonesia kuartal I 2014 diperkirakan membaik dengan defisit transaksi berjalan yang menurun dan aliran masuk modal asing tang meningkat dan terus berlanjut.

Defisit current account pada kuartal I 2014 diperkirakan sebesar 2,06 persen dari PDB, atau menurun dibandingkan triwulan sebelumnya yaitu sebesar 2,12 persen dari PDB. Dengan perkembangan positif NPI tersebut, cadangan devisa Indonesia pada April 2014 meningkat menjadi US$ 105,6 miliar atau setara 5,9 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, berada di atas standar kecukupan internasional 3 bulan impor. Fundamental ekonomi yang membaik dan diikuti penguatan kinerja NPI mendorong nilai tukar rupiah dalam tren menguat 7,13 persen pada kuartal I 2014. Perkembangan positif tersebut ditambah dengan tren inflasi yang menurun semakin mendukung prospek pencapaian sasaran inflasi 2014.

Perum Peruri mencatat, pada 2013 jumlah uang yang dicetak di Indonesia mencapai sekitar 8,3 miliar bilyet untuk uang kertas, sementara uang logam sebanyak 1,9 miliar bilyet. Sedangkan tingkat peredaran uang, secara nasional berada di posisi outflow, yakni dikisaran angka Rp. 490.007 triliun dan nilai inflownya sebanyak Rp. 436,877 triliun. Sementara di 2014, hingga April 2014, jumlah uang kartal yang beredar sebanyak Rp. 450 triliun, dimana rinciannya sebanyak Rp. 444 triliun untuk jenis uang kertas, dan sisanya sebanyak Rp. 544 miliar untuk jenis uang logam. RW

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in