Home | Jurnal Medan | Masyarakat Masih Abaikan Label Komposisi Makanan

Masyarakat Masih Abaikan Label Komposisi Makanan

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) berharap kepada masyarakat agar mampu melindungi diri dari obat dan makanan yang beresiko terhadap kesehatan. Sebab selain resiko makanan tak berlabel sah (legal), juga ada resiko lain yang mengancam berupa penyakit tidak menular yang dipengaruhi oleh kadar komposisi makanan atau minuman yang tidak sesuai kadar.

Direktorat Standarisasi Produk Pangan Deputi Bidang Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), Yusra Egayanti mengatakan, menurut rekomendasi WHO global strategy on diet, physical activity and health, menekankan pada dua faktor risiko utama yaitu diet dan aktifitas fisik lalu salah satu strategi utama yang direkomendasikan WHO adalah melalui labelling.

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan tahun 2008, sekitar 88,9 persen responden memutuskan untuk tidak jadi membeli makan jika tidak menemukan label kemasan pangan yang dicari. Label kemasan pangan yang diperhatikan responden adalah label halal sekitar 36,5 persen, waktu kadaluarsa 34,9 persen, nama produk 20,6 persen dan komposisi makanan hanya 7,8 persen.

Kecilnya persentase memperhatikan komposisi makanan, mengakibatkan konsumsi gula, garam dan lemak masyarakat, khususnya di Sumatera Utara (Sumut) terbilang tinggi. Kondisi ini mendorong meningkatnya penderita penyakit tidak menular (PTM). Dimana prevalensi PTM di Sumut, lebih tinggi dibanding prevalensi PTM nasional. Diantaranya, prevalensi hipertensi mencapai 28,1% lebih tinggi dibandingkan nasional yang hanya 24,7%, diabetes mellitus mencapai 2,9% dibandingkan nasional yang hanya 2,3%. Begitu juga dengan prevalensi kanker dan gagal jantung.

BPOM pun mengingatkan masyarakat, agar makan aneka ragam makanan, makan yang memenuhi kecukupan energi, pilih makanan berkadar lemak sedang dan rendah lemak jenuh, gunakan garam beryodium, biasakan makan pagi, minumlah air bersih, aman yang cukup jumlahnya, lakukan aktifitas fisik secara teratur, hindari minuman yang beralkohol, berikan ASI saja kepada bayi sampai umur 4 bulan dan tambahkan MP-ASI sesudahnya, makanlah makanan sumber zat besi dan bacalah label pada makanan yang dikemas. RW

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in