Home | Jurnal Medan | Luas Pertanaman Pertanian Sumut Merosot

Luas Pertanaman Pertanian Sumut Merosot

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Dinas Pertanian Sumatera Utara mengaku, stabilitas pangan di triwulan II-2014 ini masih dalam posisi yang mengkhawatirkan. Pasalnya saat ini terjadi penurunan luas wilayah tanaman secara cukup signifikan terhadap komoditi pangan.

Kasubbag Program Dinas Pertanian Sumut, Lusiantini mengatakan, penurunan luas tanaman ini terpengaruh oleh dampak perubahan iklim. Dimana perubahan periode hujan, memaksa petani untuk menunda masa tanamnya. Kondisi ini pun sudah terlihat sejak pertengahan tahun lalu, dan masih terjadi sampai saat ini. Dimana masa tanam untuk periode panen triwulan pertama yang harusnya dilakukan di sekitar Oktober, baru dapat dilakukan pada Desember 2013 lalu.

Lusianiti mengungkapkan, komoditi pangan yang luas tanamnya menurun paling signifikan di triwulan pertama lalu, adalah Jagung dan kedelai. Luas tanam jagung turun lebih dari 38 persen, dari sekitar 64 ribu hektar di 2013, menjadi hanya 40 ribu hektar. Sementara kedelai turun hampir 55 persen dari 1950 hektare menjadi 880 hektar saja.

Dinas Pertanian sendiri menurut Lusiantini, kini berupaya untuk terus meningkatkan produktifitas tanaman. Sehingga areal tanam yang minim itu dapat menghasilkan produksi yang lebih maksimal. Peningkatan produktifitas itu akan dilakukan setidaknya hingga Juni mendatang, seiring kembali normalnya curah hujan di Sumatera Utara. AS

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in