Home | Jurnal Medan | Kemarau Picu Masih Inflasinya Harga di Medan

Kemarau Picu Masih Inflasinya Harga di Medan

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Badan Pusat Statistik merilis data tingkat pergerakan harga di Medan. Dimana inflasi sebesar 0,34 persen yang terjadi di Medan, disebabkab oleh naiknya harga sayur-sayuran, khususnya sawi dan bayam.

Kasubbag Program Dinas Pertanian Sumatera Utara, Lusiantini mengatakan, musim kemarau yang terjadi sejak beberapa bulan terakhir, membuat produktifitas tanaman sayur-sayuran dataran rendah seperti sawi dan bayam menurun drastis. Seperti Sawi, produksinya turun lebih dari 20 persen dari sekitar 1450 ton pada Januari-Maret 2013 lalu, menjadi hanya 1150 ton saja pada Januari-Maret 2014. Sementara Bayam turun lebih dari 11 persen, dari 714 ton pada Januari-Maret 2013, menjadi 643 ton pada Januari-Maret 2014. Begitu pula dengan komoditi sayuran lainnya, dimana secara total turun 24 persen, dari sekitar 18 ribu ton pada 2013 menjadi hanya sekitar 13.600 ton pada 2014. Selain karena produktifitas yang menurun.

Turunnya produksi sayur-sayuram lokal ini dipicu oleh alih fungsi lahan pertanian sayur-mayur yang terus terjadi. Petani sayur lebih memilih mengganti tanamannya dengan ubi kayu, yang prospek bisnisnya masih sangat baik saat ini. Khususnya setelah sejumlah pabrik tapioka dunia, memilih ubi kayu asal Indonesia untuk sumber bahan baku nya. AS

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in