Home | Jurnal Medan | Survey IPW, 98 Persen Vendor Lakukan Suap PBJ

Survey IPW, 98 Persen Vendor Lakukan Suap PBJ

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Lembaga nirlaba Kemitraan mendorong program Collaborative Leveraging of E-procurement Accountability, Nexus and Integrity for New found Governance (Cleaning) untuk mewujudkan pengadaan barang dan jasa pengusaha yang bersih. Program ini disosialisasikan mengingat berdasarkan penelitian Indonesian Procurement Watch (IPW) tahun 2010, dimana ada sekitar 98 persen para vendor atau pengusaha di Jabotabek masih melakukan suap dalam pengadaan barang dan jasa (PBJ).

Program Officer Cleaning (Kemitraan), Margaretha Wahyuningsih mengatakan, kehadiran program Cleaning sebagai agen perubahan untuk mengajak para vendor tidak melakukan suap pada pengadaan barang dan jasa. Merujuk pada survey IPW, persentase pengusaha yang melakukan suap bisa lebih dari 98 persen. Suap dilakukan kepada pemerintah dalam pengadaan barang dan jasa. Hal itu terpaksa dilakukan, karena para vendor mengaku mengalami banyak kendala.

Rata-rata kendala yang dihadapi para vendor yakni ketakutan untuk tidak mendapatkan proyek. Sementara, kedepan akan diperjuangkan pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pengadaan Publik. Setidaknya setelah September 2014, RUU tersebut sudah disahkan menjadi UU. Kehadiran UU ini diharapkan bisa mengurangi tindak pidana korupsi. Ke depannya pemerintah di setiap daerah melalui gubernur dapat menerapkan program dokumen yang disosialisasikan Cleaning. Karena itu, gubernur harus memahami program ini, sehingga tindakan anti korupsi dari para pengusaha ini dapat terhindarkan, apalagi selama sosialisasi ini, suap atau gratifikasi ini mulai berkurang. RW

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in