Home | Jurnal Medan | Pungutan OJK Berharap Bernilai Positif

Pungutan OJK Berharap Bernilai Positif

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Industri Perusahaan Asuransi berharap ketentuan yang diterapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kepada perusahaan jasa keuangan yang dikenai pungutan iuran sebesar 0,045 persen dari total asset, dapat memberikan nilai positif ,baik dalam hal kegiatan operasional yang lebih baik dan progres keuntungan yang meningkat.

Executive Director Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), Julian Noor mengatakan, pungutan yang ditetapkan OJK jelas akan menjadi beban perusahaan karena mengurangi keuntungan, bila dalam pelaksaannya justru operasional dan hasil profit menjadi turun. Harapannya ketetapan yang diterapkan OJK tersebut dapat berimplikasi baik terhadap kepercayaan nasabah, sehingga industri asuransipun dapat bertumbuh dan berkembang dengan baik, lalu mampu menyisihkan dananya untuk membiayai pungutan OJK.

Sementara itu, bila ternyata dalam pelaksanannya justru perusahaan asuransi terbebani membayar, menurut Julian bukan tidak mungkin kemudian perusahaan akan membebaninya ke pemegang polish, yang bisa dalam bentuk nilai premi yang dinaikkan, atau lewat biaya administrasi, demi mempertahankan keuntungan. Namun begitu, pihaknya mengaku siap menyambut baik dan menjalankan ketentuan dari OJK tersebut.

OJK menetapkan pungutan sebesar 0,045 persen dari total asset, kepada perusahaan yang bergerak di sektor perbankan, pasar modal, perasuransian, dana pensiun,lembaga pembiayaan, lembaga jasa keuangan lainnya dan juga para pelaku jasa keuangan, sebagai upaya pencegahan Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN), sebab selama ini perusahaan sering dijadikan alat.

Biaya tahunan ini dikenakan dalam rangka pengaturan,pengawasan, pemeriksaan, dan penelitian OJK. Pungutan tersebut, sesuai dengan ketentuan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 11 tahun 2014, lembaga-lembaga jasa keuangan itu ini dibebankan biaya tahunan sebesar 0,045 persen dari asset. Adapun,nilai minimal ditentukan sebesar Rp.10 juta. Sementara beban 0,045 persen baru akan diberlakukan 2016, dan untuk saat, masih dibebankan pungutan sekitar 0,03 persen. RW

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in