Home | Jurnal Medan | Sejahterakan Petani Korban Sinabung, Pemerintah Diharapkan Bentuk Tim

Sejahterakan Petani Korban Sinabung, Pemerintah Diharapkan Bentuk Tim

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Himpunan Petani Jagung (Hipajagin) Sumatera Utara, berharap pemerintah provinsi Sumatera Utara, segera membentuk tim monitoring harga untuk komoditas jagung. Pasalnya ketiadaan tim monitoring, telah membuat pembentukan harga di pasar local, menjadi rentan manipulasi.

Ketua Hipajagin Sumut, Jemaat Sebayang mengatakan, keberadaan tim monitoring harga ini sangat mendesak, mengingat kondisi para petani yang kini semakin sulit untuk berproduksi. Ia tak ingin, rekan-rekannya sesama petani jagung, justru beralih ke tanaman keras maupun tanaman perkebunan yang relative lebih mudah dan menjanjikan. Pentingnya menyelamatkan petani jagung ini menurut Jemaat, untuk mendorong ketahanan produksi, seiring upaya pemerintah menjaga ketahanan pangan nasional. Karena sejak beberapa tahun terakhir, persoalan krisis pangan menjadi isu yang strategis, dan harus disiapkan pemerintah mulai saat ini.

Selain membentuk tim monitoring harga, Hipajagin juga meminta pemerintah mempromosikan kemungkinan masuknya investasi untuk industri hilir jagung. Karena dengan adanya industri hilir, kebutuhan akan meningkat, dan harga jagung lokal dengan sendirinya akan melambung tinggi. Tidak seperti saat ini, dimana harga di pasar lokal saat ini sekitar Rp.2400 per kilogram. Masih jauh dari ekspektasi petani, yang berada di kisaran Rp. 3 ribu per kilogram. AS

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in