Home | Jurnal Medan | 132 Hektare Lahan Pertanian Mati Karena Erupsi Sinabung

132 Hektare Lahan Pertanian Mati Karena Erupsi Sinabung

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Dinas Pertanian Kabupaten Karo memastikan, bahwa sebanyak 132 hektare lahan pertanian warga yang berada dibawah kaki Gunung Sinabung akan menjadi lahan mati, karena tidak bisa ditanami kembali, akibat tertutup material vulkanik, seperti batu kerikil dan debu.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tanah Karo, Agus Toni mengatakan, lahan seluas 132 hektare tersebut, berada di empat Desa dan 1 dusun, yakni Desa Beras Tepu, Sukameriah, Bekerah, Simacem dan Dusun Lau Kawar. Di wilayah tersebut, ketinggian debu vulkanik sudah mencapai 10 meter. Selain itu juga tertutup oleh bebatuan kerikil, sehingga tidak memungkinkan lagi ditanami.

Pemerintah rencananya akan membeli lahan pertanian yang terancam menjadi lahan tidur tersebut, lalu lewat hasil uang penjualan tersebut, maka petani akan dapat membeli lahan baru kembali.

Menurut data Dinas Pertanian (Distan) Sumut, tercatat lahan pertanian yang terkena erupsi Sinabung mencapai 29.885 hektare lebih, yang terdiri dari 20.219 tanaman pangan dan 9.666 hektare tanaman holtikultura. Lalu tanaman pangan yang terkena dampak erupsi itu adalah padi sebanyak 512 hektar, lalu 2.842 hektar lahan padi gogo, jagung 16.736 hektar, ubi jalar 127 hektar dan keladi dua hektar. RW

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in