Home | Jurnal Medan | Eksportir Tahan Penjualan Karet

Eksportir Tahan Penjualan Karet

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) memutuskan menahan penjualan karet ke negara konsumen, di tengah kondisi harga yang semakin melemah. Langkah itu juga diambil, sebab rendahnya harga karet saat ini diduga dipicu oleh adanya ulah fund manager yang melakukan permainan harga atau berspekulan.

Sekretaris Gapkindo Sumut, Edy Irwansyah mengungkapkan, keputusan mengenai penundaan penjualan karet diambil setelah dilakukannya pertemuan International Rubber Consortium Limited (IRCo) pada 8 Februari 2014 lalu. Hasilnya, tiga negara produsen utama karet, yakni Indonesia, Thailand dan Malaysia sepakat akan menahan penjualan sampai harga kembali membaik.

Sebab saat ini, media internasional memberitakan bahwa suplai karet di pasaran berlimpah, padahal faktanya, di negara produsen karet belahan bumi bagian utara, saat ini telah memasuki musim gugur daun sehingga produksi berkurang. Atas pemberitaan itu jugalah, kemudian menyebabkan harga menjadi anjlok. Saat ini, khusus di Sumatera Utara saja, akibat kondisi iklim yang ekstrim, tingkat gugur daun mencapai 50 persen. Sementara itu, dengan harga jual karet yang anjlok banyak petani yang memilih menghentikan menderes, karena merugi. RW

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in