Home | Jurnal Medan | Tarif Hotel Naik, Okupansi Hotel Belum Terpengaruh

Tarif Hotel Naik, Okupansi Hotel Belum Terpengaruh

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Pengenaan tarif hotel yang naik sekitar 6 sampai 10 persen di Kota Medan, belum menunjukkan perubahan atau pengaruh terhadap tingkat okupansi (hunian) hotel berbintang di Kota Medan. Tingkat kunjungan tetap normal dari sebelum kenaikan.

Hal itu diakui oleh Public Relation Grand Aston Cityhall Medan, Cindy Lailani. Di hotel Grand Aston, tarif kamar naik sekitar 6 persen. Namun tidak ada menurunkan tingkat okupansi hotel. Justru pada Januari dan berjalan ke Februari, okupansi mencapai 70 persen.

Diakui Cindy, keputusan manajemen  menaikkan tarif kamar, sempat mendapat respon komplain dari pengunjung, terutama para tamu corporate, namun kebanyakan akhirnya bisa memakluminya. Sejauh ini pun, belum ada pengunjung hotel yang membatalkan pesanan. Dan pihak manajemen hotel berharap, agar kenaikan yang tidak sampai 10 persen ini, tidak memberatkan tamu hotel.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, tingkat penghunian hotel (TPK) berbintang di Sumatera Utara selama tahun 2013 rata-rata sekitar 47,84 persen. Dimana paling banyak menginap di hotel bintang tiga, lalu diikuti bintang 4 dan bintang lima. Sedangkan TPK terendah terjadi pada otel bintang satu. RW

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in