Home | Jurnal Medan | Apindo Tolak Kenaikan TDL

Apindo Tolak Kenaikan TDL

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menolak rencana PT PLN menaikkan tarif dasar listrik (TDL) sebesar 30 persen pada tahun ini. Menurut Apindo, rencana kenaikan TDL, merupakan bentuk lepas tangan PT PLN atas kegagalan menekan biaya produksi listrik.

Sekretaris Apindo Sumut, Laksamana Adyaksa menuturkan, saat ini PT PLN masih saja membutuhkan biaya produksi yang tinggi, akibat mesin-mesin pembangkit yang sudah tua, membutuhkan biaya perawatan yang besar. Alhasil, untuk memproduksi 1 kilowatt listrik, PT PLN membutuhkan biaya hingga Rp. 1200 per KWh. Padahal, jika kondisi tersebut dapat diubah, biaya produksi listrik di PLN dapat ditekan hingga ke rasio dibawah harga keekonomian saat ini, yakni Rp. 800 per kwh.

Jika TDL dipaksa naik, masyarakat harus merasakan kenaikan harga produk-produk turunan industri, akibat kenaikan biaya produksi pengusaha. Sementara kalangan pengusaha, kesulitan untuk menjual produknya ke pasar internasional, karena kalah saing dengan produk asing. Laksamana juga mengatakan, PT PLN harus jujur pada masyarakat dan tidak mengkamuflasekan kegagalan mereka menekan biaya produksi listrik, di balik rencana pencabutan subdisi listrik. Khususnya setelah sejumlah kebijakan pemerintah, yang mendera daya beli masyarakat, sepanjang tahun lalu. AS

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in