Home | Jurnal Medan | Targetkan PAD Dari Jembatan Timbang, DPRD Salah Kaprah

Targetkan PAD Dari Jembatan Timbang, DPRD Salah Kaprah

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Kepala Dinas Perhubungan Sumut, Anthony Siahaan mengungkapkan, jika pihaknya ingin meluruskan kembali hakihat retribusi yang dikutip di jembatan timbang. Dimana retribusi yang diambil merupakan kompensasi atas pelanggaran volume angkut angkutan darat.

Jika ada target, maka dengan kata lain pemerintah menstimulasi, agar masyarakat melakukan pelanggaran. Atau bisa juga berarti agar petugas dinas perhubungan mencari-cari kesalahan dari mobil-mobil angkutan darat. Anthony menuturkan, pihaknya sepakat bahwa perbaikan manajemen SDM di jembatan timbang, perlu dilakukan untuk membuat setiap pelanggaran volume angkut, membayar denda sesuai dengan ketentuan yamg berlaku. Namun tidak dengan mematok target PAD, karena justru akan menyesatkan.

Di tahun ini sendiri, Anthony memproyeksikan, PAD yang diterima Sumut dari jembatan timbang mencapai lebih dari 26 miliar rupiah. Naik tipis di bandingkan 2013 lalu, yang hanya Rp.24 miliar. Sementara untuk besaran denda kompensasi, Anthony mengaku belum melakukan pembaruan, dimana denda Rp.40 ribu dikenakan untuk pelanggaran tingkat pertama dan Rp.80 ribu untuk pelanggaran tingkat kedua. (Aulia Siregar)

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in