Home | Jurnal Medan | Sampah Masyarakat Indonesia Cenderung “Bernutrisi”

Sampah Masyarakat Indonesia Cenderung “Bernutrisi”

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Penggiat Lingkungan, Dewi Budiati Teruna Jasa Said menuturkan, volume sampah masyarakat Indonesia lebih banyak dibanding masyarakat di luar negeri Sampah-sampah tersebut di dominasi oleh sampah yang “bernutrisi” dengan kata lain dapat didaur ulang menjadi barang layak jual. Mulai dari kerajinan tangan, kompos dan lainnya. Namun sayang banyak sampah yang terbuang tanpa manfaat lanjutan, karena tidak terpilah dengan baik sejak berawal dari rumah tangga.

Selama ini, proses pensortiran berdasarkan klasifikasi jenis sampahnya tidak berjalan dengan baik. Padahal bila hal sederhana itu dilaksanakan masing-masing individu, maka jumlah sampah yang masuk ke Tempat Penampungan Akhir (TPA) tidak akan menggunung.

Dewi mengakui, saat ini sudah cukup banyak masyarakat yang peduli akan lingkungan dengan kreatif mengubah sampah menjadi barang nilai jual melalui proses daur ulang. Namun aksi tersebut masih belum cukup, karena hanya mampu sedikit mengakomodir jumlah sampah. Di Medan, tumpukan sampah mencapai 1.700 ton perhari. Riri Wahyuni

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in