Home | Jurnal Medan | Bio Gas Untuk Budidaya Bawang Merah

Bio Gas Untuk Budidaya Bawang Merah

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Kelompok Tani dan Ternak Kecamatan Medan Marelan mengolah limbah sayuran dan dedaunan, menjadi pupuk kompos yang sebelumnya telah diolah menjadi biogas untuk penyubur tanaman.

Ketua Seksi Budidaya Tanaman dataran rendah Poktan Serba Jadi, Anwar mengatakan, di Marelan telah absen selama 38 tahun. Namun Bawang kembali dibudidayakan diatas lahan seluas 32 meter per segi yang dijadikan lahan percontohan dengan menggunakan pupuk dari sisa pembuatan bio gas yang sudah difermentasi.

Bio gas adalah gas yang berasal dari kotoran hewan ternak, seperti kotoran kambing, sapi, domba dan ayam. Sisa kotoran difermentasi dengan mencapurkan kapur dolomit, bakteri pengurai sisa produksi gula, dedak, arang sekam dan bahan baku dedaunan atau sayuran petani.

Teknologi pembuatan pupuk kompos biogas berasal dari pembinaan Dinas Pertanian. Ujicoba budidaya bawang merah ini diharapkan bisa membuahkan hasil yang gemilang. 1 kg bibit yang ditanam saat panen bisa menghasilkan rata-rata 5 kg atau 450 kg dari total bibit yang ditanam dengan jarak tanam 15x20 cm. Riri Wahyuni

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in