Home | Jurnal Medan | Sampah Perkebunan Sawit Hasilkan Rp.180 Triliun

Sampah Perkebunan Sawit Hasilkan Rp.180 Triliun

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sumatera Utara mengaku optimalisasi sampah produktif perkebunan sawit, mampu memberikan hasil sangat signifikan terhadap pemasukan pemerintah. Pemanfaatan sampah produktif tersebu,t dapat menghemat pengeluaran yang selama ini diperuntukkan bagi impor BBM dan juga pakan ternak.

Fungsionari Apindo Sumut, Trip Karo-karo mengatakan, dengan potensi lebih dari 8 juta hektare kebun kelapa sawit di seluruh Indonesia, setidaknya bisa diproduksi sekitar 160 juta ton pakan ternak setiap. Potensi 160 juta ton pakan ternak itu senilai dengan Rp.180 triliun. Pendapatan itu belum termasuk pengolahan dari sampah produktif lain, seperti cangkang dan batang pohon sawit, yang juga bisa digunakan untuk pembangkit energi maupun penghasil gas metan yang juga bernilai ekonomis tinggi.

Namun menurut Trip, semua capaian itu belum dapat diterima secara maksimal akibat minimnya dukungan dari pemerintah. Baik dukungan riset dan teknologi maupun pembiayaan. Pemerintah harus mengkaji kembali strategi dalam merevitaslisasi bisnis perkebunan kelapa sawit di dalam negeri. Pasalnya strategi baru yang mengikutsertakan revitalisasi sampah produktif perkebunan kelapa sawit dianggap mampu membuat Indonesia bertahan dengan industri kelapa sawit, di tengah gencarnya aksi kampanye negative sawit yang secara global. Aulia Siregar

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in