Home | Jurnal Medan | Pedagang Buku Tolak Relokasi

Pedagang Buku Tolak Relokasi

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Para pedagang buku bekas hingga kini tetap berjualan di Jalan Merdeka. Padahal pemerintah kota Medan telah memberi peringatan berkali kali. Pedagang buku bekas itu harus direlokasi karena adanya pembangunan sky-bridge yang menjadi akses ke Stasiun Besar Kereta Api Medan.

Sekda Kota Medan, Syaiful Bahri mengatakan, relokasi para pedagang buku dari sisi lapangan Merdeka telah disepakati oleh para pedagang buku, melalui Asisoasi Pedagang Buku lapangan Merdeka (Aspeblam). Sementara itu lokasi di jalan Pegadaian sudah mendapat izin dari PT KAI. Namun baru sebagian pedagang yang pindah. Mereka tidak mau pindah karena relokasi ke Jalan Pegadaian telah melanggar ketentuan (hukum) yakni melanggar jalur hijau dan melanggar RTRW.

Para pedagang juga menilai lokasi tersebut tidak aman dan nyaman bagi para pedagang buku serta para pembeli. Ditambah lagi pedagang buku menila ibahwa peruntukan para pedagang buku disisi Timur Lapangan Merdeka sampai saat ini belum di cabut. Karena itu, para pedagang buku tidak mau direlokasi sebelum Pemko Medan mengubah peruntukan lokasi baru di jalan Pegadaian yang asetnya merupakan milik PT KAI.

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in