Home | Jurnal Medan | Potensi Listrik Berbasis Sampah Capai Ratusan Megawatt

Potensi Listrik Berbasis Sampah Capai Ratusan Megawatt

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Sumatera Utara masih harus mengalami krisis listrik akibat tergantung pada pembangkit listrik berbahan bakar fosil. Padahal Sumut memiliki potensi listrik berbasis sampah produktif yang sangat besarM khususnya dari sampah perkebunan. Pemerintah pun sudah mengatur pembelian listrik berbasis sampah produktif. Namun sayangnya, belum ada integrasi sistem yang membuat produksi listrik berbasis sampah terkoneksi dengan sistem jaringan utama PLN

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Sumatera Utara mengaku potensi sampah produktif dari perkebunan sawit harus segera direvitalisasi guna menyelesaikan persoalan krisis energi. Potensi sampah produktif yang dihasilkan perkebunan sawit dinilai cukup besar dan dapat menutupi krisis listrik yang hingga kini masih menghambat laju pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara.

ndahara Gapki Sumut, Laksamana Adyaksa mengatakan, pemanfaatan sampah produktif dari perkebunan lewat pembangkit biomassa sebagai sumber energi baru terbarukan merupakan langkah yang paling tepat. Pasalnya dengan kepemilikan industri kelapa sawit yang cukup besar, Sumatera Utara memiliki potensi biomassa yang sangat menjanjikan. Bahkan pemanfaatan biomassa berbasis sawit ini, bukan hanya mendorong ketahanan energi, tetapi juga perwujudan kesejahteraan masyarakat.

Menurut Laksamana hampir seluruh Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang ada di Sumut, telah mandiri dalam pemenuhan energi melalui pembangkit biomassa dengan memanfaatkan cangkang / tandan dan tandan kosong yang produksinya sangat besar. Namun laksamana mengaku sampai saat ini listrik yang harusnya dapat diproduksi dari sampah produktif perkebunan sawit itu, belum dapat dimaksimalkan untuk kebutuhan masyarakat, karena belum tersedianya pembangkit penghubung. Padahal pemerintah melalui peraturan menteri ESDM sudah mengatur besaran pembayaran pembelian listrik tersebut.

Lebih lanjut Laksamana juga mengatakan Gapki bersama Apindo telah menawarkan kepada dunia internasional agar pengelolaan sampah produktif ini dapat dikembangkan secara lebih masiv. Diantaranya melalui pertemuan APEC yang digelar di Sumut pada pertengahan tahun lalu. AS

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in