Home | Jurnal Medan | Pengusaha Masih Dihantui Banyaknya Biaya “Siluman”

Pengusaha Masih Dihantui Banyaknya Biaya “Siluman”

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Akibat ekonomi biaya tinggi atau biaya “siluman” yang besar serta buruknya infrastruktur, membuat pengusaha sulit untuk mengecilkan biaya jual ke konsumen.

Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Wilayah Sumut, Johan Brien mengatakan, selama ini layanan publik oleh birokrasi di tanah air masih terkesan buruk dan tidak efisien. Bahkan seringkali publik yang hendak mengurus dokumen di instansi pemerintah harus sabar dan terpaksa menjalani proses yang berbelit-belit. Ditambah lagi adanya biaya pungutan liar (pungli) saat berurusan dengan birokrasi. Padahal pungli tidak hanya menyulitkan masyarakat tetapi juga berimbas pada perekonomian yang membuat high cost. Hal itulah yang menjadi penyebab munculnya ekonomi biaya tinggi di Tanah Air.

Menurut survei Doing Business, dalam hal kemudahan berusaha (Ease of Doing Business) tahun 2012, Indonesia menempati peringkat 129. Penyebabnya adalah prosedur memulai usaha (starting a business) yang masih berbelit-belit. Di Singapura hanya memerlukan waktu 3 hari untuk memulai bisnis dengan izin formal, sementara di Indonesia diperlukan waktu berbulan-bulan. Ditambah lagi iklim investasi di Tanah Air juga masih rendah karena masih sulitnya memperoleh listrik gas memperoleh kredit dan menjalankan kontrak. RW

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in