Home | Jurnal Medan | Pertumbuhan Tenaga Kerja Sektor Formal Sumatera Utara Melambat

Pertumbuhan Tenaga Kerja Sektor Formal Sumatera Utara Melambat

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Badan Pusat Statistik Sumatera Utara mencatat terjadinya perlambatan pertumbuhan jumlah tenaga kerja sektor formal di Sumatera Utara pada Agustus lalu. Meski belum ada studi terkait penyebab perlambatan tersebut, namun diperkirakan perlambatan itu terjadi karena banyak angkatan kerja yang memilih berwirausaha, ditengah minimnya jumlah lapangan kerja yang tersedia. Kondisi itu terlihat dari jumlah tenaga kerja informal yang tumbuh positif dibandingkan tahun lalu.

Berdasarkan survey angkatan kerja nasional yang dilaksanakan pada Agustus 2013 lalu, didapat fakta telah terjadinya perlambatan pertumbuhan jumlah tenaga kerja sektor formal di Sumatera Utara. Pemerintah mengklaim, penurunan ini dipicu oleh meningkatnya jumlah angkatan kerja yang memilih untuk berwirausaha. Klaim tersebut didukung oleh data jumlah tenaga kerja informal yang justru tumbuh positif. Namun klaim tersebut cenderung ambigu, karena perlambatan pertumbuhan tenaga kerja sektor formal terjadi seiring bertambahnya jumlah pengangguran akibat minimnya lapangan kerja yang tersedia.

Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analisa Statistik BPS Sumatera Utara, Ateng Hartono mengatakan, pada Agustus 2013 lalu, jumlah tenaga kerja di Sumatera Utara mencapai 5,9 juta orang. Dimana sekitar 2,35 juta orang atau sekitar 40 persen bekerja di sektor formal sedangkan sisanya yakni sekitar 3,45 juta orang atau sekitar 60 persennya bekerja di sektor informal. Jumlah tenaga kerja formal yang mencapai 2,35 juta orang itu bertambah sebesar 48 ribu orang. Namun secara persentase penduduk ini justru turun dari 40,09 persen pada Agustus 2012 menjadi 39,89 persen pada Agustus 2013.

Sementara itu, penduduk bekerja pada kegiatan informal selama periode Agustus 2012 - Agustus 2013 juga mengalami peningkatan sekitar 100 ribu orang atau naik dari 59,91 persen pada Agustus 2012 menjadi 60,11 persen pada Agustus 2013. Peningkatan ini berasal dari kategori berusaha sendiri dan pekerja keluarga yang merupakan bagian dari komponen penduduk bekerja pada kegiatan informal. Ambiguitas klaim terkait menurunya jumlah tenaga kerja sektor formal akibat peralihan kekegiatan wirausaha ini, terlihat dari tingkat pendidikan para tenaga kerja.

Berdasarkan survey yang digelar BPS, jumlah tenaga kerja yang berpendidikan umum justru meningkat dengan proporsi yang seimbang. Namun jumlah tenaga kerja kejuruan dan teknis yang pada umumnya lebih mudah menjadi wirausaha, justru menurun dengan persentase diatas 5 persen. Padahal pertumbuhan jumlah angkatan kerja sendiri masih jauh dibawah persentase tersebut.AS

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in