Home | Jurnal Medan | Buruh Tuntut Peran Strategis Dalam Pengembangan Industri Kelapa Sawit

Buruh Tuntut Peran Strategis Dalam Pengembangan Industri Kelapa Sawit

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Ribuan buruh perkebunan di Sumatera Utara, menuntut keikutsertaan secara strategis dalam pembahasan bisnis inti perkebunan kelapa sawit, sebagai salah satu industri primer di dalam negeri. Selama ini buruh dan pekerja perkebunan belum dilibatkan, sehingga seringkali pemenuhan hak-hak dasar buruh dan pekerja perkebunan diabaikan oleh perusahaan.

Ribuan buruh perkebunan yang tergabung dalam aliansi buruh Indonesia mendesak forum kerjasama perusahaan kelapa sawit untuk mengakomodasi kepentingan para buruh perkebunan, dalam diskusi pengembangan industri kelapa sawit berkelanjutan - Roundtable On Sustainable Palm Oil – RSPO akhir pekan lalu. Para buruh meminta agar persoalan perburuhan dijadikan sebagai salah satu isu strategis dan dibahas dalam sebuah kelompok kerja khusus dalam forum tersebut.

Juru bicara para buruh dari Serikat Buruh Indonesia, Erwin Nasution mengatakan, sejak jaman penjajahan belum ada perubahan yang signifikan terhadap kondisi buruh perkebunan. Mulai dari upah yang jauh dari asumsi kehidupan layak, hingga minimnya transformasi pengetahuan terkait pengelolaan industri kelapa sawit berkelanjutan. Buruh dan keluarganya selama ini juga sulit berkembang, karena pada umumnya anak-anak buruh perkebunan sulit mendapatkan pendidikan yang layak, karena harus terus ikut membantu orang tuanya bekerja. Padahal mereka tidak mendapatkan bayaran maupun bentuk kompensasi lainnya dari perusahaan. Oleh karena itu keberadaan kelompok kerja khusus itu dibutuhkan untuk mencari solusi yang adil terhadap persoalan-persoalan perburuhan, yang selama ini menjadi penghambat perkembangan produktifitas industri kelapa sawit. Buruh juga dapat bekerja lebih optimal dan meningkatkan produktifitasnya demi pendapatan yang lebih besar bagi perusahaan.

Pelaksanaan RSPO di Medan Jum’at lalu, merupakan pelaksanaan RSPO yang kesebelas kalinya. Namun baru dalam kesempatan ini, isu-isu terkait perburuhan dalam hubungannya dengan produktifitas dimunculkan secara strategis. Selama ini RSPO masih berkutat dalam persoalan meretas persoalan lingkungan serta kendala-kendala perdagangan yang dihadapi sebagai salah satu industri primer di tanah air. Buruh berharap tuntutan mereka dapat diakomodasi oleh forum yang tidak diikuti oleh pemerintah itu.AS

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in