Home | Jurnal Medan | Pelaku UKM Dihimbau Modernisasi Sistem Perdagangan

Pelaku UKM Dihimbau Modernisasi Sistem Perdagangan

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Dalam kerangka meningkatkan daya saing ditengah agenda realisasi masyarakat ekonomi asean para pelaku usaha kecil dan menengah di Medan dihimbau untuk melakukan modernisasi perdagangan. Yakni dengan memaksimalkan keberadaan teknologi informasi melalui fitur belanja online yang kini tengah dikembangkan banyak pihak.

Dalam menghadapi kerjasama masyarakat ekonomi ASEAN, kelompok usaha mikro kecil dan menengah menjadi kelompok usaha dan tenaga kerja yang paling mendapat sorotan. Karena sektor ini terbilang kurang memiliki daya saing yang setara dengan negara-negara lain di kawasan ASEAN, baik karena minimnya sumber daya di sektor tersebut maupun karena minimnya stimulus dari pemerintah. Namun di era teknologi informasi ini para pelaku usaha mikro kecil menengah masih memiliki peluang yang cukup besar Namun dibutuhkan kesadaran serta keterbukaan dari pelaku usaha itu sendiri.

Direktur Rakuten Belanja Online Indonesia, Yasunobu Hashimoto mengatakan, dengan keberadaan teknologi informasi para pelaku UMKM dapat berperan lebih besar di pasar regional, seperti dengan memanfaatkan begitu banyaknya situs belanja online atau e-commerce.

Menurut Yas pertumbuhan pengguna internet di Indonesia saat ini sudah sangat pesat begitu pula dengan negara-negara lain di kawasan ASEAN sehingga dengan mudahnyapara pelaku UMKM dapat menjual barangnya ke pasar ASEAN yang cukup luas termasuk pasar dalam negeri Kondisi ini sudah lama dilakukan sejumlah negara di kawasan ASIA lainnya. Bahkan di Jepang sebagai negara pioneer e-commerce di kawasan ASIA pelaku UMKM mendominasi situs belanja online, khususnya yang memiliki inti bisnis perdagangan konsumen ke konsumen secara langsung.

Oleh karena itu ia berharap pemerintah dapat menstimulasi pelaku UMKM lokal dengan pelatihan berbasis teknologi informasi. Berdasarkan catatannya sejak 2010 lalu pertumbuhan konsumen e-commerce di Indonesia terbilang sangat signifikan dengan level pertumbuhan hampir 100 persen. Begitu pula dengan proporsi konsumen yang kini telah menyebar di seluruh daerah.

Meski konsumen di Jakarta masih mendominasi hingga 30 persen namun dominasi itu turun drastic jika dibandingkan tahun 2010 lalu yang mang konsumen e-commerce Jakarta mendominasi 70 persen dari total transaksi online di Indonesia.

Yas memproyeksikan, dalam kurun waktu 5 tahun ke depan pasar e-commerce di Indonesia akan tumbuh makin progresif Hal itu sehubungan dengan maraknya penjualan ponsel pintar di dalam negeri Sehingga jika pemerintah tidak segera mempersiapkan para pelaku UMKM untuk memasuki bisnis online maka posisi UMKM lokal untuk bersaing di masyarakat ekonomi ASEAN 2015menjadi sangat lemah. AS

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in