Home | Jurnal Medan | Batasi Penggunaan Tenaga Kerja Ahli

Batasi Penggunaan Tenaga Kerja Ahli

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara akan membatasi penggunaan tenaga alih daya atau outsourcing mulai 1 November 2013. Dengan adanya pembatasan itu sejak tanggal tersebut setiap kegiatan produksi utama perusahaan dilarang menggunakan tenaga outsourcing .

Hal tersebut ditegaskan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sumatera Utara, Bukit Tambunan. Menurut Bukit pembatasan ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah di Sumatera Utara untuk menjalankan peraturan menteri tenaga kerja (permenakertrans) nomor 19 tahun 2012 tentang perlidungan tenaga kerja. Sekaligus sebagai bentuk dukungan pemerintah kepada sistem ketenagakerjaan yang pro buruh.

Bukit mengaku pembatasan terkait penggunaan tenaga outsourcing itu sudah ditegaskan Gubernur Sumatera Utara – Gatot Pudjonugroho dan telah disosialisasikan kepada seluruh pengawas ketenagakerjaan di Sumut melalui surat edaran kepada jajaran terkait baik di tingkat propinsi maupun ke kabupaten kota. Sementara untuk pelaku usaha sejak beberapa pekan lalu pihaknya juga sudah mengirimkan surat edaran beserta penjelasan terkait tenaga yang masih boleh di outsourcingkan.

Saat ini Bukit mengaku pihaknya tengah melakukan pendataan perusahaan-perusahaan yang masih mempekerjakan tenaga outsourcing dalam kegiatan produksinya. Termasuk data-data yang sudah dilaporkan oleh buruh secara perorangan, maupun melalui serikat pekerja. Berdasarkan ketentuan permenakertrans nomor 19 tahun 2012, tenaga kerja outsourcing hanya boleh digunakan untuk 5 jenis pekerjaan.

Kelima jenis pekerjaan itu tidak termasuk pada kegiatan produksi utama perusahaan yang menjadi kegiatan dengan penyerapan tenaga kerja terbesar. Kelima pekerjaan itu adalah cleaning service, keamanan, transportasi, catering dan pemborongan di pertambangan. Bukit menegaskan, perusahaan yang masih menggunakan tenaga outsourcing untuk selain kelima pekerjaan tersebut akan dikenakan sanksi yang diatur kemudian dengan sanksi bertingkat mulai denda hingga pencabutan ijin usaha. - AS

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in