Home | Jurnal Medan | Inflasi Tinggi BI Minta Buruh Tak Paksakan Kenaikan Upah

Inflasi Tinggi BI Minta Buruh Tak Paksakan Kenaikan Upah

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Tingkat pergerakan harga di Sumatera Utara mengalami inflasi sebesar 0,78 persen pada Oktober lalu. Secara kumulatif inflasi yang terjadi pada oktober telah membuat laju inflasi di Sumatera Utara mencapai 9,42 persen sedangkan untuk laju inflasi tahunan mencapai 9.99 persen.

Laju inflasi tahunan itu pun telah melampui target inflasi yang ditargetkan Bank Indonesia di kisaran 9,8 persen . Dan hampir pasti hingga akhir tahun nanti inflasi di Sumatera Utara melebihi target tersebut. Melihat kondisi itu Bank Indonesia mengaku inflasi yang terjadi akan semakin membebani pertumbuhan ekonomi sumatera utara baik untuk tahun 2013 ini maupun untuk tahun 2014 mendatang. Khususnya setelah adanya desakan buruh agar pemerintah menyesuaikan upah sekitar 50 persen.

Meski Bank Indonesia belum memiliki studi khusus untuk menghitung besaran perlambatan ekonomi yang diakibatkan dua hal tersebut namun Bank Indonesia berharap buruh tidak terlalu memaksakan besaran kenaikan upah seperti yang telah disampaikan pada kegiatan mogok nasional sejak 30 Oktober lalu.

Deputi Direktur Eksekutif Bank Indonesia Wilayah IX Sumut Aceh, Mikael Budisatrio mengatakan tekanan inflasi yang sudah lebih dari proyeksi pemerintah akan membuat pertumbuhan ekonomi melambat. Pasalnya kegiatan perekonomian baik dari sisi penawaran dan permintaan akan turun akibat kenaikan upah dan inflasi. Jika kondisi itu terjadi Mika mengaku buruh akan menjadi pihak yang paling merasakan dampaknya. Karena pemutusan hubungan kerja tak akan terlelakkan akibat produksi yang berkurang seiring dengan menurunnya daya beli masyarakat.

Mikael berharap dalam kurun waktu 2 bulan ke depan pertumbuhan inflasi dapat ditekan dengan sejumlah langkah yang sudah disiapkan pemerintah. Sehingga jikapun upah buruh dinaikkan namun daya beli masyarakat termasuk buruh dapat dipertahankan. Namun ia mengaku tantangan untuk menekan pertumbuhan inflasi itu cukup berat. Pasalnya dalam 2 bulan ke depan masih terdapat momentum hari besar keagamaan nasional serta persiapan pemilu yang tentunya akan memberikan andil cukup besar terhadap pembentukan inflasi. Meski begitu dalam waktu dekat Bank Indonesia akan menginisiasi pertemuan kordinasi antar sejumlah pemangku kepentingan inflasi untuk menyamakan langkah pengendalian. Khususnya dalam memperlancar distribusi komoditi penyumbang utama inflasi. AS

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in