Home | Jurnal Medan | Rencana Relokasi Korban Banjir Menuai Kontroversi

Rencana Relokasi Korban Banjir Menuai Kontroversi

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Rencana pemerintah merelokasi warga yang bermukim di sekitar jalur hijau di kawasan bantaran sungai yang ada di Medan menuai kontroversi. Warga banyak yang menolak, karena relokasi dinilai hanya akan membuat warga semakin sulit mengakses kebutuhan mereka. Namun banyak pula yang menerima sambil berharap Rumah Susun Sewa yang menjadi tempat relokasi difasilitasi secara baik oleh pemerintah.

Rencana pemerintah kota medan merelokasi warga dari wilayah rawan banjir di sekitar bantaran sungai sepertinya belum akan berjalan mulus. Pasalnya rencana relokasi terus menuai kontroversi di kalangan warga. Banyak warga yang menilai rencana pemindahan itu hanya akan memberatkan. Karena disamping pengeluaran yang bertambah, warga juga terancam kehilangan mata pencahariannya Di sisi lain warga curiga upaya relokasi sebagai bentuk halus pengusiran warga dari daerah yang sudah puluhan tahun mereka duduki. Untuk kemudian dialihkan pada pengembang perumahan Namun ada pula yang menerima karena sudah merasa lelah terus menghadapi banjir.

Salah seorang warga, Nurimah mengatakan, jika menerima relokasi ia harus mengeluarkan biaya tambahan yang cukup besar. Seperti untuk ongkos transportasi pemindahan sekolah anakdan kebutuhan lainnya. Padahal pendapatannya harus berkurang karena harus kembali merintis usaha dagang di tempat baru. Ia bahkan lebih memilih untuk mencari kontrakan di daerah yang tak jauh dari rumahnya saat ini ketimbang harus pindah ke rumah susun yang jaraknya jauh. Namun ia berharap pemerintah lebih bijak dengan memberikan biaya ganti rugi dan penyewaan rumah. selagi pemerintah membangun rumah susun baru di lahan eks permukiman mereka.

Berbeda dengan Nurimah, Wati warga bantaran sungai di kawasan starban medan polonia menyambut baik rencana relokasi. Baginya relokasi merupakan pilihan alternatif dibandingkan harus terus mengalami banjir. Banjir sendiri baginya telah memberikan kerugian secara terus menerus pada keluarganya.

Saat ini ada sekitar 6 titik lokasi pemukiman bantaran sungai di 4 kecamatan di Medan yang akan direlokasi. Keenam titik itu tercatat selalu mengalami banjir hingga sepinggang orang dewasa dalam kurun waktu 5 tahun terakhir. Relokasi sendiri akan dilakukan mulai tahun depandan akan dilakukan secara bertahap hingga pemerintah dapat menyediakan rumah susun sewa bagi seluruh warga di 6 titik tersebut .AS

Subscribe to comments feed Comments (4 posted)

avatar
If time is money you've made me a wethlaier woman.
avatar
I went to tons of links before this, what was I <a href="http://afdqxa.com">thniking?</a>
avatar
Tip top stfuf. I'll expect more now. http://pcditrkpzc.com loqzifxw [link=http://pofhzeenwuz.com]pofhzeenwuz[/link]
avatar
This posintg knocked my socks off http://hoykvjsxvp.com zmwxuyc [link=http://csjhfcyvlrt.com]csjhfcyvlrt[/link]
total: 4 | displaying: 1 - 4

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in