Home | Jurnal Medan | Kota Medan Terancam Tergenang

Kota Medan Terancam Tergenang

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Tingginya laju pertumbuhan pembangunan permukiman dan gedung di wilayah pinggiran bantaran sungai, menyebabkan tempat yang menjadi saluran air kian menyempit. Kota Medan pun terancam tergenang bila sistem tata kelola kota tidak segera diperbaiki dan diambil langkah strategis untuk mengatasi hal tersebut.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Hanna Lore Simanjuntak mengatakan, penyempitan saluran air yang terjadi kian tinggi. Masyarakat banyak yang telah membangun rumah di pinggir bantaran sungai, kemudian membangun lagi untuk tempat tinggal keluarganya yang lain. Ironisnya, ditengah banyaknya pembangunan di pinggir bantaran sungai, justru pepohonan yang menjadi penahan debit air tidak lagi ditemukan. Hanna pun menghimbau masyarakat untuk tidak memaksakan diri membangun tempat tinggal di bantaran sungai. Selain membahayakan keselamatan, juga dapat merusak system alami dari sungai itu sendiri. B

PBD mencatat, jumlah rumah tinggal penduduk yang tergenang air karena air sungai Deli yang meluap akibat intensitas hujan yang tinggi dan air kiriman dari gunung mencapai 1.250 jiwa. Dimana rumah warga tersebut berada di Kecamatan Medan Maimoon. Selain rumah tergenang sebagian jalur lintas kendaraan pun banyak yang tergenang oleh karena system drinase yang buruk .

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in