Home | Jurnal Medan | 75 Persen Petani di Marelan Tak Tersentuh Bantuan

75 Persen Petani di Marelan Tak Tersentuh Bantuan

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Meski Marelan merupakan sentral terbesar pemasok sayuran dataran rendah di Sumatera Utara, namun baru 25 persen petani yang tersentuh bantuan pemerintah ataupun dana CSR. Sementara hampir 75 persen petani lainnya masih berjuang secara mandiri.

Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia, Wilayah Medan, Azwar mengatakan, minimnya bantuan itu disebabkan faktor jarak serta informasi. Padahal jumlah sayuran yang dipasarkan ke sejumlah distributor di wilayah Sumatera Utara bahkan Aceh, dalam sehari dapat mencapai hingga 30 ton dengan omzet mencapai Rp.600 juta.

Sebagai perwakilan petani di Marelan, Azwar pun sangat berharap agar pihak ketiga seperti perusahaan BUMN maupun swasta dapat mengucurkan dana CSR kepada para petani, sebab hal itu sangat dibutuhkan untuk keberlangsungan produktivitas hasil pertanian. Sementara bila mengandalkan pemerintah masih jauh dari harapan.

Azwar juga menyebutkan permasalahan yang masih sering dihadapi oleh para petani di Marelan sampai saat ini adalah lahan. Produktivitas sering terganggu karena sebagian besar petani sayuran di wilayah ini yang memakai lahan tidur dengan cara meminjam. Sehingga bila pemilik lahan ingin menggunakan otomatis petani tidak dapat menanam. Hal lainnya adalah system distribusi yang juga sering terganggu akibat cuaca. Bila hujan berkepanjangan banyak sayuran yang akhirnya membusuk karena lahannya tergenang oleh air akibat system drainase yang buruk.

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in