Home | Jurnal Medan | Awas Perusahaan Investasi Berkedok Koperasi

Awas Perusahaan Investasi Berkedok Koperasi

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Otoritas Jasa Keuangan mengaku kesulitan mengawasi pergerakan koperasi di daerah. Hal itu sehubungan dengan tumpang tindihnya ketentuan pengawasan terhadap koperasi, setelah munculnya undang-undang otonomi daerah. Padahal koperasi saat ini. sering dijadikan sarana untuk berinvestasi dengan kegiatan pengumpulan dana masyarakat.

Ketua Satgas Waspada Investasi OJK, Sarjito kepada Smart FM, Senin (16/9/2013) mengatakan, pasca dikeluarkannya ketentuan terkait pengetatan dan pelayanan konsumen sektor jasa keuangan, sejumlah pelaku usaha investasi merubah bentuk usahanya dari perseroan menjadi koperasi.

Hal ini karena perijinan koperasi ini lebih mudah didapat, karena hanya melalui sejumlah persaratan di pemerintah daerah. Namun kegiatan yang tergolong sebagai kegiatan  jasa keuangan itu, harusnya diawasi OJK dengan status lembaga keuangan mikro. Pengawasan menjadi sulit dilakukan, karena disamping wilayah yang terlalu luas, OJK yang sedianya dapat berkordinasi dengan kementerian koperasi, nyatanya tidak bisa menembus kewenangan pemerintah daerah terkait perijinan dan pengawasan koperasi.

Saat ini sendiri, OJK bersama pemerintah tengah menyiapkan aturan baru terkait lembaga keuangan mikro. Pemerintah daerah dan DPR pun diharapkan mendukung agar sektor jasa keuangan nasional dapat terhindar dari kegaduhan akibat ulah para pengusaha investasi yang cenderung spekulatif itu. – Wahyudi Aulia Siregar

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in