Home | Jurnal Medan | Industri Obat Tradisional Terganjal Paradigma Tenaga Kesehatan

Industri Obat Tradisional Terganjal Paradigma Tenaga Kesehatan

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Kementerian Kesehatan mengaku, belum cukup diterimanya metode pengobatan tradisional berbasis obat herbal, dikarenakan minimnya daya dukung dari para tenaga kesehatan, khususnya para dokter. Mereka masih melihat obat tradisional dengan persepektif modern, dan bukan pendekatan fungsional. Padahal sejumlah obat tradisional telah diakui memiliki khasiat yang cukup baik, dan dapat disejajarkan dengan obat-obat modern.

Staf Ahli Menteri Kesehatan Bidang Teknologi Kesehatan, Agus Purwadianto, kepada Smart FM di Medan, Senin (8/7/2013) mengatakan, di kalangan tenaga medis, obat tradisional memang sudah cukup inklusif, namun belum menjadi topic dalam diskusi dan penelitian mereka. Namun dengan roadmap jamu yang sudah kita kembangkan bersama Kementerian Perindustrian dan Kementerian Pendidikan Nasional, nantinya infklusifitas itu akan semakin diperluas. Sehingga obat herbal akan dapat sejajar dengan obat-obat modern. Sehingga tenaga medis tidak lagi melihat hanya dari perspektif modern, yang penuh kecurigaan terhadap obat-obat herbal.

Agus mengungkapkan, saat ini pihaknya telah mencoba menantang sejumlah universitas, untuk berani membuka program studi khusus terkait obat herbal ini. Namun akibat paradigma yang modern tersebut, hanya beberapa saja yang sudah bisa digandeng pemerintah. Kondisi ini pula yang membuat obat-obat herbal kurang mendapatkan posisi yang kuat di pasar obat-obatan nasional. Padahal jika tenaga kesehatan dapat memahami dan menerima keberadaan obat herbal tersebut, penerimaan masyarakat Indonesia yang sebagian besar masih cukup tradisional, tentunya akan baik. – Aulia Siregar

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in