Home | Jurnal Medan | Konflik Agraria Menjadi Fokus Utama Kompolnas Di Sumut

Konflik Agraria Menjadi Fokus Utama Kompolnas Di Sumut

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mencatat, tingkat pengaduan masyarakat yang diajukan ke kepolisian masih didominasi persoalan tanah. Bahkan tak jarang, konflik agrarian ini berujung pada bentrokan masal antara kelompok tertentu.

Komisioner Kompolnas Edi Saputra Hasibuan kepada Smart FM, Jumat (5/7/2013) mengatakan, di Sumut berdasarkan catatan Kompolnas, ada sekitar 50 laporan yang diterima dalam kurun waktu enam bulan terakhir. Dari jumlah tersebut baru 20 kasus di antaranya yang dapat dilakukan klarifikasi ke Polda Sumut dan jajarannya, lalu hasilnya disampaikan ke masyarakat.

Menurut Edi, masalah kasus tanah sangat berbahaya jika tidak ditangani secara benar. Sebab bisa menimbulkan bentrok antara masyarakat dengan masyarakat, maupun masyarakat dan pengusaha. Kompolnas berharap, hendaknya para Kepala Satuan Wilayah (Kasatwil) di lingkungan kepolisian, dapat lebih cepat melakukan antisipasi konflik yang dilatarbekalangi konflik agrarian ini. Upaya antisipasi tersebut dapat dilakukan dengan merespon cepat setiap laporan masyarakat terkait adanya konflik agrarian.

Sementara pada masyarakat, Kompolnas berharap dapat bersabar, dan memberikan ruang pada kepolisian untuk menuntaskan kasus-kasus agrarian. Karena sering kali, didapati kasus tertentu yang memang membutuhkan banyak verifikasi, dan memakan waktu yang tidak singkat. – Riri Wahyuni (AS)

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in