Home | Jurnal Medan | Hasil RUPS Bank Sumut Menuai Penolakan

Hasil RUPS Bank Sumut Menuai Penolakan

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Hasil Rapat Umum Pemegang Saham PT Bank Sumut, yang menunjuk Mantan Esther Junita sebagai direktur pemasaran baru di bank tersebut, menuai penolakan dari masyarakat.

Kemarin, Selasa (2/7/20130), puluhan mahasiswa dan masyarakat yang bergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Pembaharuan (AMPP) Medan, melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Perwakilan IX Bank Indonesia (BI) di Medan, untuk meminta BI menolak hasil RUPS tersebut. Kordinator Aksi AMPP, Fadli Hamsi saat membacakan pernyataan sikap kelompoknya menyebutkan, pengangkatan Esther yang merupakan mantan Manager Marketing Wilayah Sumatera Bagian Utara PT Bank Danamon Tbk itu, sangat bernuansa politis. Pasalnya Karena Esther bukan berasal dari kalangan internal Bank Sumut. Padahal Bank Sumut yang menurut BI saat ini kondisinya sedang mengkhawatirkan, memerlukan sosok yang mengetahui secara tepat persoalan secara internal.

Massa AMPP juga menuding, BI selaku institusi yang diberikan kewenangan untuk melakukan uji kelayakan dan kepatutan, juga telah lalai dalam melakukan tugasnya. Karena rekomendasi hasil uji kelayakan dan kepatutan tersebut, dinilai tidak melihat secara menyeluruh karakter direksi yang ditunjuk Gubernur Sumatera Utara Gatot Pudjonugroho, yang merupakan pemegang saham pengendali bank Sumut. Menanggapi hal itu, Humas Bank Indonesia Kantor Wilayah IX Sumut – Aceh, Demina Sitepu mengatakan, BI akan mengkaji kembali tuntutan pengungjuk rasa. BI sendiri belum bisa mengambil keputusan terkait tuntutan tersebut, karena proses penetapan direksi masih berlangsung. Namun begitu Demina mengatakan, keluarnya rekomendasi uji kelayakan dan kepatutan BI atas nama Esther Junita, telah sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku.

Selain meminta untuk menolak hasil keputusan RUPS, masa AMPP juga meminta BI, Kapolda Sumatera Utara dan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, segera melakukan pemeriksaan terhadap direksi dan komisaris bank Sumut. Hal itu karena adanya indikasi korupsi dan penggelapan dana Bank Sumut oleh sejumlah pejabat penting di lingkungan internal Bank Sumut. Tudingan itu didasari atas cukup tingginya level kredit macet, akibat banyaknya kredit dan agunan fiktif, yang diurus oleh pejabat di internal Bank Sumut. - Aulia Siregar

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

5.00

Log in