Home | Jurnal Medan | Bisnis Rusun Di Medan Mulai Prospektif

Bisnis Rusun Di Medan Mulai Prospektif

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Real Estate Indonesia (REI) memproyeksikan akan terjadinya perubahan tren pembangunan rumah di wilayah Medan. Tren pembangunan unit rumah tinggal yang ada saat ini diprediksi akan beralih ke pembangunan rumah susun, seiring dengan tingginya permintaan perumahan di wilayah perkotaan.

Ketua REI Sumut Tommy Wistan kepada Smart FM, Selasa (14/5/2013) menyebutkan, terbatasnya lahan di tengah tingginya permintaan rumah tinggal dari masyarakat di Medan, membuat rumah susun menjadi opsi yang sangat menarik. Namun pengembang dinilai perlu menyiapkan langkah strategis, untuk menghilangkan citra buruk rumah susun.

Pembangunan rumah susun harus disesuaikan dengan kebutuhan kekinian warga kota, sehingga mereka mau pindah ke rumah susun. Rumah susun juga harus disiapkan dengan sarana dan prasarana serta estetika yang mendukung, dinamisnya kehidupan masyarakat di Medan. Pemerintah sendiri diakui Tommy akan mendukung tren baru ini. Karena disamping terbantu dengan penyediaan rumah bagi masyarakat, khususnya yang berpenghasilan rendah, keberadaan rumah susun yang layak akan membantu pemerintah melakukan penataan perkotaan.

Tommy mengungkapkan, di Medan wilayah-wilayah yang tergolong cukup strategis untuk pelaksanaan proyek pembangunan rumah susun, diantaranya di kawasan jalan lingkar luar Medan, serta di kawasan Bandara Polonia Medan. Di wilayah-wilayah tersebut, rumah susun dapat dijual dengan harga mencapai 400 juta rupiah per unitnya. – Riri Wahyuni (AS)

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in