Home | Jurnal Medan | 50 Ribu Buru Di Medan Siap Rayakan Mayday

50 Ribu Buru Di Medan Siap Rayakan Mayday

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Sekitar 50 ribu buruh dari sejumlah wilayah Industri di Medan, Binjai, Deli Serdang dan Serdang Bedagai, akan mengikuti peringatan hari buruh (Mayday) pada 1 Mei mendatang. Kota Medan kembali dipilih sebagai salah pusat konsentrasi aksi unjuk rasa, seiring banyaknya tuntutan strategis yang hendak disampaikan para buruh pada pemerintah.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Sumatera Utara, Minggu Saragih kepada Smart FM, Jumat (19/4/2013) menuturkan, disamping isu-isu perburuhan seperti upah layak, jaminan sosial, serta sistem ketenagakerjaan, pada perayaan Mayday tahun ini buruh juga menjadikan wacana kenaikan harga BBM bersubsidi sebagai salah satu isu strategis.

Menurut Minggu, penolakan terhadap rencana kenaikan harga BBM itu didasarkan atas kondisi buruh yang masih cukup sulit saat ini, setelah Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, gagal menaikkan upah sesuai dengan yang diharapkan para buruh. Apalagi buruh masih terus bergumul dengan sistem kerja outsourcing yang tidak memberikan jaminan masa depan pada buruh. Kenaikan harga BBM secara langsung akan membuat pengeluaran buruh meningkat, akibat naiknya biaya transportasi. Belum lagi dampak kenaikan BBM terhadap harga-harga kebutuhan pokok, mulai dari kebutuhan pangan hingga sewa rumah. Kenaikan harga BBM juga akan membuat para pengusaha memiliki alasan melakukan pemutusan hubungan kerja, dengan alasan efisiensi.

Minggu juga mengatakan, kebijakan pemerintah memberikan bantuan langsung kepada masyarakat miskin saat kenaikan BBM terjadi, dianggap tidak akan efisien. Kebijakan itu justru sering kali dimanfaatkan untuk kepentingan politik penguasa. Oleh karena itu, pemerintah diminta tetap mematok harga BBM bersubsidi seperti harga berlaku saat ini, sedangkan untuk menyokong beban BBM subsidi pada APBN, pemerintah diminta memaksimalkan perolehan pajak perusahaan yang selama ini mangkir. Termasuk menertibkan petugas pajak, yang selama ini menggunakan kewenangannya, untuk memperkaya diri sendiri. – Riri Wahyuni (AS)

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

5.00

Log in