Home | Jurnal Medan | Harga Bawang Mahal, Jajaran Pemerintah Saling Cari Kambing Hitam

Harga Bawang Mahal, Jajaran Pemerintah Saling Cari Kambing Hitam

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Kelangkaan bawang di pasaran yang mengakibatkan harga bawang melonjak naik hingga Rp. 60 ribu per kilogram membuat jajaran pemerintah saling menyalahkan dan mencari kambing hitam. Seperti yang disampaikan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumut, yang justru menyalahkan Dinas Pertanian Sumut karena dinilai tidak mampu menyediakan komoditas bawang di pasaran.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumut, Bidar Alamsyah kepada Smart FM Kamis, (11/4/2013) mengatakan, tingginya harga bawang di sejumlah pasar akhir-akhir ini, terjadi bukan karena adanya spekulan yang melakukan penimbunan, ataupun karena adanya persoalan distribusi barang. Melainkan karena ketersediaan pasokan komoditas tersebut. Ketiadaan produksi lokal, membuat pihaknya tak bisa berbuat banyak. Karena secara fungsional, pihaknya hanya dibebankan kewajiban verifikasi, serta pengawasana terhadap pendistribusian barang.

Sementara terkait ketersediaan sepenuhnya menjadi tanggungjawab Dinas Pertanian Begitupun Bidar juga mengaku pihaknya telah berupaya untuk meretas persoalan tingginya harga bawang. Dalam sepekan ini, pihaknya sudah mendapatkan informasi akan adanya kedatangan sejumlah container pembawa bawang dari China. Pihaknya pun akan melakukan pengawasan secara ketat, agar bawang-bawang itu benar-benar sampai ke pasar, dan bebas dari perilaku buruk para spekulan. Ia pun mengingatkan pada Dinas Pertanian untuk mengambil langkah cepat dalam meningkatkan produksi, sehingga kelanggkaan tidak lagi terulang. – Riri Wahyuni (AS)

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in