Home | Jurnal Medan | GAPKI Minta 1,2 Juta Ha Kawasan Hutan Di Madina Dilepaskan Untuk Perkebunan Sawit

GAPKI Minta 1,2 Juta Ha Kawasan Hutan Di Madina Dilepaskan Untuk Perkebunan Sawit

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) meminta pemerintah untuk menyetujui usulan GAPKI, untuk merubah peruntukkan 1,2 juta hektare (ha) lahan perkebunan sawit di kawasan Kabupaten Mandailing Natal, dan Kabupaten Langkat. Dimana sejak belasan tahun terakhir, kawasan itu sudah dikelola oleh masyarakat dan pengusaha, namun belakangan ditetapkan sebagai kawasan hutan.

Sekretaris Gapki Sumatera Utara, Timbas Prasad Ginting kepada Smart FM, Senin (8/4/2013) mengatakan, pemerintah melalui Kementerian Kehutanan memang telah mengeluarkan keputusan untuk merubah sebagian kawasan tersebut. Namun menurutnya jumlah itu terbilang cukup sedikit, karena hanya sekitar 5 persen saja. Dimana penetapan kawasan perkebunan sawit sebagai kawasan hutan itu, telah membuat petani dan pengusaha merugi akibat tak bisa memanen sawit yang terbilang masih produktif.

Timbas juga mengaku, penetapan kawasan perkebunan menjadi kawasan hutan sesuai SK Menteri Kehutanan No 44 tahun 2005 itu, juga tidak sejalan dengan program Master Plan Percepatan dan Perluasan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia (MP3EI) yang telah dicanangkan pemerintah di Sumut. Dimana untuk memenuhi kebutuhan industry di proyek Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei, yang menjadi koridor MP3EI itu, dibutuhkan banyak sekali bahan baku minyak sawit mentah. – Riri Wahyuni (AS)

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in