Home | Jurnal Medan | Kurang Menguntungkan, Luas Areal Kedelai Sumut Turun 50%

Kurang Menguntungkan, Luas Areal Kedelai Sumut Turun 50%

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Produktivitas tanaman palawija jenis kacang kedelai di Sumatera Utara, pada tahun 2012 lalu mengalami penurunan yang cukup tinggi. Penurunan tersebut didorong oleh degradasi lahan yang terus terjadi, dalam kurun waktu 5 tahun terakhir.

Kondisi itu pula yang diakui Dinas Pertanian Sumatera Utara, yang menjadi alasan banyak petani di Sumut, yang mengalihkan jenis tanamannya. Dibandingkan harus terus merugi, petani mengklaim lebih baik mencoba peruntunggan di tanaman keras, yang cenderung lebih menguntungkan dalam jangka panjang.

Kepala Dinas Pertanian Sumatera Utara, Muhammad Roem kepada Smart FM, Selasa (2/4/2013) mengatakan, pada 2010 lalu, luas panen kacang kedelai sekitar 7.800 hektare dengan produksi panen sekitar 9.400 ton. Kemudian bertambah menjadi 10.000 hektare dan produksi mencapai 11.000 ton pada 2011. Namun pada 2012, luas tanaman kedelai justru turun hingga 50 persen menjadi 5.400 hektare dengan jumlah produksi sekitar 5418 ton.

Roem juga mengatakan, bahwa pengembangan komoditas kedelai menjadi tanaman petani masih sulit dikembangkan baik dari sisi luasan maupun produktivitasnya, karena faktor tingkat kesulitan yang lebih tinggi dibandingkan budidaya komoditas lain. Selain itu, harga jual kedelai yang tidak menguntungkan bagi petani, sehingga petani lebih memilih beralih ke tanaman lainnya yang lebih menguntungkan seperti jagung dan lainnya. – Riri Wahyuni (AS)

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in