Home | Jurnal Medan | Cheng Beng Terancam Tanpa Lilin Sembahyang

Cheng Beng Terancam Tanpa Lilin Sembahyang

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Pengrajin lilin untuk kebutuhan perlengkapan sembahyang ziarah leluhur (Cheng Beng), mengaku kesulitan mendapatkan bahan baku. Mereka pun terpaksa mengurangi produksi lilin hingga 75 persen lebih, dan berdampak pada ketersediaan perlengkapan lilin untuk perayaan Cheng Beng yang dilaksanakan mulai hari ini hingga 4 April mendatang.

Pengrajin lilin pun menyesalkan kondisi ini, karena terjadi justru saat permintaan itu meningkat empat kali lipat dibandingkan kebutuhan lilin untuk kebutuhan sembahyang rutin. Saat ini diakui setiap pengrajin dapat menjual hingga 2 ribu kotak, sementara yang dapat dipenuhi hanya sekitar 500 kotak.

Salah seorang pengrajin lilin William kepada Smart FM, Rabu (27/3/2013) mengungkapkan, sejak dua tahun ini bahan baku lilin sulit didapat. Sehingga pihaknyapun terpaksa menolak permintaan dari konsumen. PIhaknya pun belum menemukan bahan baku substitusi, sehingga produksi belum dapat dikembakalikan ke kapasitas maksimalnya.

William juga mengatakan, harga lilin yang ia jual untuk ukuran 28 cm dihargai Rp 5.250 perbungkus, ukuran 24 cm Rp 3.200 dan ukuran 20 cm berkisar Rp 2.800 perbungkusnya. Sementara itu, selain lilin, pihaknya juga memproduksi dupa. Dan untuk pemasaran masih di wilayah Sumatera Utara saja. – Riri Wahyuni (AS)

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in