Home | Jurnal Medan | Pemerintah Perketat Impor Produk Elektronik

Pemerintah Perketat Impor Produk Elektronik

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan, melakukan pengetatan pengawasan impor produk elektronik ke Indonesia. Pengetatan pengawasan ini ditujukan agar Indonesia para konsumen dalam negeri dapat dilindungi, sekaligus menerima lebih banyak manfaat, dari kegiatan bisnis produk elektronik tersebut

Pengetatan pengawasan ini juga dinilai penting, karena telah terjadi peningkatan impor yang sangat signifikan ke dalam negeri, dan berpotensi merugikan masyarakat sebagai konsumennya. Apalagi sering kali produk elektronik yang diimpor merupakan produk berkualitas rendah, yang berasal dari China dan India.

Direktur Industri Elektronika dan Telematika Kemenperin, Triarso kepada Smart FM, Kamis (21/3/2013) mengatakan, pengetatan pembatasan itu akan dilakukan dengan adanya kewajiban importir untuk menjadi importir terdaftar (TI) produk tertentu, NPIK elektronik dan verifikasi di pelabuhan muat. Dimana untuk peraturan itu sendiri diatur dalam Permendag No. 57 tahun 2010 tentang ketentuan impor produk tertentu.

Triarso juga mengatakan, syarat mendapatkan importir terdaftar hanya dengan SIUP, TDP, NPWP, API, NIK, NPIK elektronik, lalu surat pernyataan kerjasama dengan paling sedikit tiga distributor, dan bukti pengalaman. Sementara itu, impor produk elektronik jenis telepon seluler, komputer genggam dan komputer tablet hanya dapat dilakukan melalui pelabuhan laut di Belawan Medan, Tanjung Priok Jakarta, Tanjung Emas Semarang, Tanjung Perak Surabaya dan Sokarno Hatta di Makassar. Sementara untuk pelabuhan udara melalui Polonia Medan, Soekarno Hatta Tangerang, Ahmad Yani Semarang, Juanda di Surabaya dan Hasanuddin di Makassar.

Untuk diketahui, berdasarkan data Sucofindo Surveyor Indonesia, nilai impor untuk telepon seluler pada 2012 mencapai USD1,9 miliar, atau sebanyak 52 juta unit. Angka itu naik signifikan bila dibanding tahun sebelumnya yang hanya 45 juta unit. Sementara komputer genggam mencapai 639 ribu unit, dengan nilai mencapai USD52 juta pada 2012. Naik dari tahun sebelumnya hanya 97 ribu unit. Kemudian untuk komputer tablet mencapai 137 ribu unit, atau senilai USD 80 juta pada 2012, naik dari tahun sebelumnya hanya 115 ribu unit. – Riri Wahyuni (AS)

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in