Home | Jurnal Medan | Sengketa Nasabah-Bank Di Sumut Meningkat

Sengketa Nasabah-Bank Di Sumut Meningkat

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Bank Indonesia (BI) mencatat terus meningkatkan jumlah kasus sengketa antara nasabah dan perbankan. Di 2012 lalu misalnya, jumlahnya mencapai 884.454 pengaduan, atau meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya 679.035 pengaduan. Di Sumatera Utara sendiri, kondisinya hampir sama. Dimana pada 2012 lalu, kasus sengketa antara nasabah-perbankan, mencapai 99 kasus.

Direktur Departemen Investigasi dan Mediasi Perbankan BI, Prabowo kepada Smart FM, Rabu (20/2/2013) mengatakan, di Sumut selayaknya juga nasional, kasus sengketa nasabah-perbankan, pada umumnya menyangkut persoalan kredit, dan sisanya terkait ATM dan Tabungan.

Prabowo mengemukakan, peningkatan jumlah kasus sengketa antara nasabah-perbankan ini, linier dengan jumlah kasus yang berhasil dimediasi BI. Dimana pada 2012 lalu, 521 kasus diantaranya sudah masuk, dan berhasil diselesaikan. Sementara untuk sisanya, sering kali justru tidak sampai ke BI, dan diselesaikan secara bipartit antara nasabah-perbankan, dengan diinisiasi oleh BI wilayah di daerah.

Mediasi perbankan merupakan langkah preventif dalam upaya peningkatan perlindungan konsumen perbankan. Mekanisme pengaduan nasabah diatur dalam Peraturan BI No. 7/7PBI/2005 tentang penyelesaian pengaduan nasabah sebagaimana telah diubah dengan PBI/10/10/PBI/2008. Sementara mediasi perbankan diatur dalam PBI No. 10/1/PBI 2008. Dimana nilai tuntutan finansial atas sengketa yang dapat diajukan oleh nasabah paling banyak sebesar Rp500 juta. – Riri Wahyuni (AS)

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in