Home | Jurnal Medan | Pedagang Bawang Di Medan Hentikan Aktifitas

Pedagang Bawang Di Medan Hentikan Aktifitas

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Melambungnya harga bawang sejak sepekan terakhir, telah membuat sebagian besar pedagang bawang di sejumlah pasar tradisional di Medan, menghentikan aktifitasnya. Mereka memutuskan untuk berhenti sementara karena mengalami kekurangan modal. Penurunan jumlah pembelian pun membuat pemberhentian aktifitas berdagang menjadi cukup beralasan.

Seperti diakui B Hutabarat, Pedagang bawang di Pusat Pasar Medan ini mengaku, sudah 5 hari berhenti menjajakan dagangannya. Tingginya harga pembelian dari distributor membuat para pedagang tak sanggup membeli. Apalagi mereka harus menanggung risiko kerugian jika bawang-bawang tersebut tidak laku dan membusuk akibat yang tak sesuai dengan kemampuan masyarakat.

Kepada Smart FM, Selasa (19/3/2013) Hutabarat mengaku terpaksa beralih menjadi pedagang sayur, untuk tetap dapat memenuhi kebutuhan keluarganya. Berbeda dengan Hutabarat yang memutuskan untuk beralih menjadi pedagang Sayur, Silfa pedagang bawang lainnya di Pusat Pasar Medan memilih untuk tetap bertahan, dan beradaptasi dengan harga yang ada. Namun ia mengaku, jika tingginya harga jual membuat omzetnya menurun cukup signifikan. JIka pada hari-hari biasa ia bisa menjual hingga 50 kilogram (kg) bawang, maka saat ini hanya tinggal 20 kg saja.

Para pedagang pun berharap, pemerintah dapat mengambil langkah cepat untuk mengatasi kenaikan harga bawang ini. Dan bukan hanya membangun polemik di media massa, yang justru semakin manambah kekhawatiran pasar.- Riri Wahyuni (AS)

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in