Home | Jurnal Medan | Temuan Upal Di Sumut Meningkat

Temuan Upal Di Sumut Meningkat

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Bank Indonesia (BI) mencatatkan terjadinya peningkatan jumlah temuan uang palsu (upal) di perbankan Sumatera Utara. Tercatat sepanjang Februari 2013, telah ditemukan sebanyak 300 lembar uang palsu berbagai pecahan, dengan nilai total mencapai Rp. 17 juta.

Deputi Direktur Divisi Ekonomi dan Moneter BI Wilayah IX Sumut-Aceh, Mikael Budisatrio kepada Smart FM, Jumat (8/3/2012) mengatakan, jumlah temuan uang palsu ini meningkat cukup signifikan, karena periode bulan sebelumnya temuan upal di perbankan Sumut hanya, 221 lembar, dengan nilai sekitar Rp.13 juta.

Oleh karena itu, Mikael berharap masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan saat melakukan transaksi tunai, agar masyarakat tidak mengalami kerugian. Masyarakat diminta untuk mengedepankan prinsip 3D, yakni dilihat, diraba dan diterang, setiap menerima uang tunai. Masyarakat diharapkan segera melapor ke Bank Indonesia maupun Kepolisian jika menemukan uang palsu. Karena meski tidak akan mendapatkan penggantian, kooperatifnya masyarakat melaporkan peredaran uang palsu, akan membantu stakeholder untuk menekan angka peredarannya.

Dalam rangka mengurangi peredaran uang palsu, Bank Indonesia kini tengah berupaya untuk memadukan layanan pembayaran tunai dan non-tunai menggunakan kartu. Hal itu sekaligus dalam rangka mewujudkan less cash society.  Riri Wahyuni  (AS)

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in